KUNINGAN ONLINE – Wacana pembentukan Provinsi Cirebon Raya mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy.
Menurutnya, pembentukan provinsi baru tersebut saat ini dinilai bukan kebutuhan yang mendesak ataupun prioritas. Apalagi, Bagi Kuningan selama ini sudah lebih baik tetap berada di bagian Provinsi Jawa Barat.
“Bagi kami DPRD Kuningan, tentang wacana pembentukan Provinsi Cirebon itu bukan prioritas dan tidak mendesak. Karena Kuningan yang sekarang bagian dari Jawa Barat, ya kami rasakan sudah cukup kondusif,” ujar Zul sapaan akrabnya, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (30/9).
Zul menjelaskan, sejauh ini wujud pelayanan dari Pemprov Jabar ke seluruh kota dan kabupaten dinilai sudah terlayani dengan baik, termasuk Kabupaten Kuningan sendiri.
Apalagi sekarang, kata Zul, pembangunan infrastruktur jalan dengan pembangunan jalan tol sudah tidak terkendala lagi dalam transportasi.
“Saat ini kan sedang dibangun jalan tol Cisumdawu (Cileunyi, Sumedang, Dawuan) yang nantinya lama tempuh menjadi lebih cepat. Ini menurut saya sudah bagus,” kata Zul politisi assal PDI-P itu.
Disamping itu, Zul mengungkapkan, apabila harus membuat provinsi baru, maka sebuah provinsi baru harus menyiapkan infrastruktur yang baru. Hal itu dinilai tidak mudah.
“Pertimbangan daerah mewacanakan provinsi, biasanya itu karena luas wilayah yang terlalu besar, kemudian fasilitas yang dilakukan kurang. Nah sekarang dari Kuningan ke Bandung sebagai ibukota provinsi, itu kan akses transportasi sudah cukup lancar, apalagi kan dibangun jalan tol,” ungkapnya.
Dirinya berpendapat, wacana pembentukan Provinsi Cirebon Raya oleh sejumlah kalangan menjadi hak mereka. Namun bagi DPRD Kuningan, jika hal tersebut bukan menjadi sesuatu yang mendesak dan menjadi prioritas.
“Maka untuk Kuningan sendiri, ya tetap berada pada Pemerintah Provinsi Jabar,” tandasnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Bupati Kuningan, Acep Purnama juga belum kepikiran untuk wacana pembentukan provinsi baru. Pihaknya lebih fokus dalam penanganan Covid-19 di Kuningan. (OM)





