KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tersebut berlangsung di Ballroom Aria Kamuning Lantai 3 Gedung Setda Kuningan, Kamis (16/7/2026).
Rakerda dibuka langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., serta dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, hingga seluruh Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) se-Kabupaten Kuningan.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, H. Apip Ropi’i, mengatakan Rakerda Bangga Kencana 2026 mengusung tema “Transformasi Keberangkatan dalam Mewujudkan Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”, sementara peringatan Harganas mengangkat tema “Ayah Wajib Hadir”.
Menurut Apip, tema tersebut diwujudkan melalui dua gerakan nasional, yakni Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) yang di Kabupaten Kuningan telah diperkuat melalui surat edaran Bupati.
Ia menegaskan tantangan pembangunan keluarga ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas data kependudukan, memperluas akses pelayanan keluarga berencana, mempercepat penurunan stunting, memperkuat Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), serta meningkatkan kualitas remaja dan ketahanan keluarga.
“Melalui Rakerda ini kami berharap lahir kebijakan dan strategi yang mampu menjawab tantangan pembangunan keluarga sehingga seluruh program dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, DPPKBP3A juga meluncurkan inovasi DASYAAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) sebagai salah satu strategi percepatan penanganan stunting. Program ini menghadirkan menu bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Saat ini telah tersedia sekitar 370 dapur sehat di berbagai desa yang siap mendukung penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan akan dikolaborasikan dengan program SPPG. Selain itu, diperkenalkan pula inovasi “Nasi Hijau”, yaitu nasi yang diperkaya daun kelor sebagai alternatif pangan bergizi tinggi untuk membantu pencegahan stunting.
Dalam arahannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Yang harus berubah bukan hanya programnya, tetapi cara berpikir dan cara kita berkolaborasi. Dengan anggaran yang semakin terbatas, tidak ada pilihan selain memperkuat sinergi lintas sektor agar setiap program lebih efektif dan berdampak,” tegas Bupati.
Menurutnya, Program Bangga Kencana bukan semata menjadi tanggung jawab DPPKBP3A, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, termasuk sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga berbagai elemen masyarakat.
Bupati juga mengingatkan pentingnya pembangunan kependudukan sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia menilai kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh kualitas keluarga yang dibangun sejak dini.
Mengutip pengalaman negara seperti Jepang dan Korea Selatan, Bupati menjelaskan bahwa keberhasilan mengendalikan pertumbuhan penduduk harus diimbangi dengan kebijakan yang tepat agar tidak memunculkan persoalan baru berupa krisis demografi akibat rendahnya angka kelahiran.
“Program keluarga berencana harus disusun secara proporsional. Tujuannya bukan sekadar mengendalikan jumlah penduduk, tetapi membangun keluarga yang berkualitas agar bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan pembangunan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap Rakerda Bangga Kencana tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan langkah nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Rakerda ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial atau dokumen di atas kertas. Saya ingin ada kerja nyata yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Rakerda Bangga Kencana 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pembangunan keluarga sebagai pondasi utama mewujudkan masyarakat Kuningan yang sehat, sejahtera, tangguh, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (OM)





