KUNINGAN ONLINE — Dalam rangka melaksanakan program rutinnya, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kuningan menggelar Madrasah Kebangsaan ke-7 yang bertempat di Desa Linggajaya, Kecamatan Ciwaru, Minggu (9/11/2025).
Kegiatan bertema “Ngajait Dasarna Eusina Rasa (NGADERES)” ini bertujuan memperkuat akar kebangsaan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan di kalangan pemuda.
Madrasah Kebangsaan merupakan forum diskusi rutin Pemuda Muhammadiyah dengan format “Arom” (Ayo ke Rumah Kader). Kegiatan ini mencakup kajian keilmuan, Islam berkemajuan, sosial entrepreneur, hingga politik kebangsaan dengan moto “Ikhtiar Kolektif Pemuda Berdampak.”
Acara dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kuningan, Sandi, beserta jajaran pengurus. Turut hadir pula Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Ciwaru yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Desa Linggajaya, Ketua BPD, Babinsa Desa Linggajaya, serta perwakilan masyarakat dan pemuda setempat.
Pemerintah Desa Linggajaya menyambut baik pelaksanaan Madrasah Kebangsaan ini. Dalam forum diskusi, muncul gagasan kerja sama antara Pemuda Muhammadiyah dan pemerintah desa di sektor pertanian, sebagai langkah konkret menghidupkan ekonomi lokal berbasis kolaborasi.
Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Ciwaru dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
“Kami menyambut baik program Madrasah Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah, dan siap mendorong kegiatan serupa di seluruh wilayah Kecamatan Ciwaru,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PDPM Kuningan Sandi menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah pembelajaran, silaturahim, dan aksi nyata pemuda berkemajuan.
“Hari ini kita berkumpul dalam semangat kebersamaan dan kesadaran untuk menjaga serta mengembangkan nilai-nilai kebangsaan. Saya berterima kasih kepada tuan rumah dan seluruh pihak yang berkontribusi,” ucapnya.
Ia menambahkan, Madrasah Kebangsaan kali ini tidak hanya berisi diskusi dan kajian, tetapi juga aksi sosial dan lingkungan, di antaranya berbagi sembako bagi lansia dan penebaran bibit ikan di sungai (restocking) Desa Linggajaya dan Sagaranten.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar acara, tetapi momentum belajar, berbagi, dan memperkuat tali persaudaraan. Mari jadikan Madrasah Kebangsaan sebagai ruang untuk membangun kesadaran kolektif dan kepedulian sosial,” tutur Sandi.
Kegiatan yang ditutup dengan simbolisasi penebaran ikan ke sungai tersebut menjadi penegasan bahwa Pemuda Muhammadiyah Kuningan tidak hanya berfokus pada penguatan ideologi dan keilmuan, tetapi juga pada pengabdian nyata terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan. (OM)





