Pembina IPM SMK Muhammadiyah 2 Kuningan: Hormati Proses Hukum, Jadikan Insiden Pelajar sebagai Momentum Perkuat Pendidikan Karakter

Hukum, Pendidikan582 views

KUNINGAN ONLINE – Pembina Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 2 Kuningan, Silvia Mega Neviana, S.Pd., menyampaikan pernyataan resmi terkait peristiwa yang melibatkan pelajar dan berdampak pada siswa SMK Muhammadiyah 2 Kuningan serta masyarakat sekitar.

Silvia mengungkapkan rasa prihatin dan duka mendalam atas insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa itu tidak hanya menjadi keprihatinan bagi sekolah yang terlibat, tetapi juga menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh dunia pendidikan.

Iklan

“Sekolah sejatinya merupakan tempat lahirnya ilmu pengetahuan, pembentukan akhlak mulia, penguatan persaudaraan, serta tumbuhnya cita-cita generasi penerus bangsa, bukan ruang bagi kekerasan dan permusuhan,” ujarnya kepada Kuninganonline.com, Sabtu (1/8/2026).

Ia menegaskan, SMK Muhammadiyah 2 Kuningan mendukung penuh aparat kepolisian dalam mengungkap fakta secara objektif, profesional, dan berkeadilan. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Iklan

Silvia juga mengimbau agar masyarakat tidak terburu-buru membangun opini maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, kebenaran harus ditegakkan berdasarkan fakta dan alat bukti, bukan atas dugaan ataupun narasi yang berkembang di ruang publik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa SMK Muhammadiyah 2 Kuningan tidak mentoleransi segala bentuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siswa. Apabila dalam proses penyelidikan terdapat peserta didik yang terbukti melakukan pelanggaran, sekolah akan mengambil langkah pembinaan sekaligus penegakan disiplin sesuai dengan tata tertib yang berlaku.

Di sisi lain, pihak sekolah juga berharap setiap siswa mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang adil sesuai fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, Silvia mengatakan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter yang berakhlak mulia, cinta damai, menghargai perbedaan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami terus menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta penyelesaian persoalan melalui dialog, musyawarah, dan semangat persaudaraan,” katanya.

Ia juga mengajak para orang tua, satuan pendidikan, masyarakat, serta seluruh elemen bangsa untuk memperkuat sinergi dalam membimbing generasi muda. Menurutnya, pendidikan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan amanah bersama yang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak.

Menutup pernyataannya, Silvia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk semakin memperkuat budaya damai di lingkungan pendidikan.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada seluruh siswa, mempererat ukhuwah antarpelajar, serta membimbing kita semua untuk mengambil hikmah dari peristiwa ini. Mari jadikan kejadian ini sebagai momentum memperkuat budaya damai, saling menghormati, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, bermartabat, dan berkemajuan,” tuturnya.

Ia menegaskan, pelajar yang hebat bukanlah mereka yang menang dalam konflik, melainkan mereka yang mampu menjaga akhlak, mengendalikan diri, menghormati sesama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Nilai-nilai itulah yang terus ditanamkan kepada seluruh siswa di SMK Muhammadiyah 2 Kuningan. (OM)