KUNINGAN ONLINE – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Cigandamekar yang di dominasi pabrik roti prihatin menyusul dengan harga beli bahan baku mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Semua pengusaha atau pelaku UMKM di daerah kami resah dengan ketentuan harga beli bahan baku pada naik,” ujar Ketua Koperasi Roti Sadaya (Kopersada), Aripin saat ditemui di kantornya, Jalan Lingkar Timur Kuningan, Selasa (21/9).
Iklan
Jenis barang, Aripin mengatakan sebagai bahan baku saat membuat roti hingga terjadi perubahan harga beli seperti Terigu, Minyak, Gas, dan Mentega.
“Untuk kenaikan harga beli, kita biasa beli minyak kemasan dua liter dengan harga Rp 28 ribu, kita harus beli dengan harga Rp 32 ribu,” kata Aripin.
Iklan
“Kemudian harga beli Mentega biasa kita beli seharga Rp 180 ribu per 15 kg, kini naik hingga Rp 230 ribu dan untuk harga beli per sak atau bobot 25 kg dengan harga beli Rp 185, namun sekarang harus beli dengan harga Rp 200 ribu,” sambungnya.
Dampak kenaikan harga beli bahan baku, Aripin mengaku sangat prihatin dengan pelaku UMKM yang mati alias tidak produksi sebagaimana biasanya.
“Dari total 57 yang tidak produksi itu ada sebanyak 8 unit pelaku UMKM. Selain itu, ada teman pelaku UMKM yang kembang-kempis itu ada sebanyak 42 unit pabrik,” imbuhnya.
Kenaikan harga beli bahan baku, Aripin menerangkan, ini terjadi mulai Bulan Juli dan sebelumnya itu terbilang cukup baik bagi sirkulasi ekonomi kerakyatan.
“Untuk Bulan Juli mulai harga barang pada naik, terjadi hingga kelimpungan yang di alami para pelaku UMKM ini belum ada sama sekali campur tangan pemerintah. Gimana nasib kami, kredit Bank harus dipenuhi dan kebutuhan keluarga serta karyawan juga harus sama terpenuhi, jadi gimana ini?” pungkasnya. (OM)