Milad 113, Muhammadiyah Gelar Konsolidasi Nasional dan Luncurkan Program Strategis Pesantren

Pendidikan, Sosial308 views

BANDUNG – Sehari jelang puncak resepsi Milad ke-113, Muhammadiyah menggelar Konsolidasi Nasional sebagai langkah memperkuat jaringan dakwah dan meningkatkan performa organisasi. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, (17/11/2025), tersebut dipusatkan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) dan dihadiri langsung oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, pimpinan wilayah, perguruan tinggi Muhammadiyah–‘Aisyiyah, serta perwakilan berbagai amal usaha.

Konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah untuk meneguhkan kembali peran strategisnya dalam menghadapi dinamika perubahan sosial, pendidikan, dan keagamaan di era modern. Dalam kesempatan tersebut, PP Muhammadiyah meluncurkan sejumlah program unggulan sebagai persembahan Milad ke-113.

Iklan

Salah satu program yang paling menjadi sorotan ialah peluncuran Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah, sebuah pesantren modern setingkat SMA yang dibangun di atas lahan wakaf seluas 3 hektar di Bogor. Pesantren ini dirancang sebagai lembaga pendidikan terpadu yang menggabungkan kekuatan pendidikan agama, sains dan teknologi, serta kesadaran ekologis.

Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah memiliki visi besar melahirkan generasi smart, progressive, and sustainable—yakni generasi beriman kuat, berakhlak mulia, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta unggul dalam sains, teknologi, dan kepemimpinan berwawasan lingkungan.

Iklan

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam testimoninya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ustaz Fauzi yang telah mewakafkan lahan untuk pembangunan pesantren tersebut.

“Apresiasi dan terima kasih kepada Ustaz Fauzi. Tanpa banyak kalam, tapi beramal nyata,” ujar Haedar, guru besar sosiologi UMY itu.

Pada kesempatan yang sama, PP Muhammadiyah juga meresmikan Pendidikan Ustaz Pesantren Muhammadiyah (PUPM). Program ini dirancang sebagai sarana pembinaan dan penyiapan tenaga pengajar yang akan mengabdi di pesantren-pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Dalam video pengantar, dijelaskan bahwa PUPM merupakan kolaborasi antara: Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah– Aisyiyah (PTMA), dan Lazismu.

Program ini merupakan tindak lanjut dari gagasan besar yang telah muncul sejak Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tahun 2015, yang mendorong percepatan pendirian pesantren Muhammadiyah.

Saat ini, penyelenggaraan PUPM telah berjalan di empat PTMA, yaitu: Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Haedar Nashir menegaskan bahwa program PUPM diharapkan mampu meningkatkan mutu pesantren Muhammadiyah agar menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berintegritas, modern, dan berdaya saing global.

Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan kurikulum terpadu yang diperkuat oleh nilai-nilai Islam berkemajuan.

“Harapannya ini bisa dilakukan dengan serius di tengah banyaknya kritik di dunia pesantren. Mudah-mudahan ini menjadi program masa depan Muhammadiyah,” ujarnya.

Konsolidasi Nasional ini menjadi penanda komitmen Muhammadiyah untuk terus berinovasi, memperkuat dakwah pencerahan, dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman. (OM)