Masyarakat Tumpah Ruah, Kenalkan Sosok Ganjar Melalui Pagelaran Wayang

Budaya, Informasi, Politik3,271 views

KUNINGAN ONLINE – Gabungan relawan pendukung Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) yang digadang-gadang bakal jadi Capres 2024 menggelar pagelaran Ganjaran Ngabudaya Wayang, di Alun-alun Desa Garawangi pada Senin (17/10/2022) malam.

Dalam agenda tersebut, ditampilkan pagelaran Wayang Golek dengan dalang Aan Anjasmara Hamzah HS dari Lingkung Seni Pusaka Aria Kamuning 3. Selain itu tampil juga seorang seniman kawakan Jawa Barat, Acil Bimbo yang datang langsung dari Kota Kembang.

Iklan

Kegiatan tersebut di hadiri juga oleh Perangkat desa setempat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Relawan ganjar dan masyarakat sekitar.

Ketua Pelaksana Pipin Nur Alfilail menyampaikan, tujuan kegiatan adalah untuk mengenalkan sosok Ganjar kepada masyarakat sebagai tokoh nasional yang sangat peduli terhadap pelestarian kebudayaan.

Iklan

“Pak Ganjar lahir dari kalangan derita, latar belakang Beliau bukan dari kalangan orang berada. Namun sosok Beliau sangat pantas untuk memimpin bangsa ini kedepan,” ujarnya.

Berkaca dari perjalanan Presiden Jokowi, yang juga berlatar belakang keluarga biasa saja, sosok Jokowi, Ia mengatakan, tetap bisa tampil menjadi pemimpin Bangsa.

“Nah, tak mustahil Pak Ganjar pun sangat bisa untuk kita dukung jadi Capres bahkan kita pilih jadi Presiden RI pada Pilpres 2024 nanti,” katanya.

Apalagi, sosok Ganjar, lanjut Pipin, sangat peduli pada kearifan lokal dengan tak memandang kebudayaan tersebut dari mana asalnya.

“Contohnya kesenian tradisional wayang golek, meski dari daerah Sunda, tapi Beliau tetap mencintai dan berupaya melestarikannya,” ujar Pipin.

Ia menjelaskan, Indonesia ini perlu meningkatkan, mengembangkan, dan menjaga kebudayaan yang sudah ada.

“Wayang golek di Kuningan ini adalah salah satu tradisi yang dimainkan oleh dalang-dalang lokal. Hal ini perlu dukungan dan di naikan biar menjadi terkenal,” jelasnya.

Selain itu Pipin juga mengajak kepada masyarakat untuk kembali menonton budaya tradisional, karena kebudayaan ini menyatukan emosional, mempererat hubungan, dengan kebudayaan semuanya akan beres tidak membawa issue-issue Agama.

“Saya berharap, bukan hanya wayang golek, seperti kuda lumping, karindingan, nyanyi-nyayian, budaya tersebut kan hampir punah, dan itu perlu di lestarikan, dan juga Ini adalah bagian dari salah satu modal, supaya masyarakat tidak terfocus kepada issue-issue agama, sara, politik identitas,” harapannya.

Di tempat sama, Seniman Legendaris Jawa Barat, vokalis Group Bimbo, Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, tampil pada pembukaan Ganjaran Ngabudaya Wayang ini dengan menyanyikan singel Sajadah Panjang, yang sempat populer pada masanya.

Pria yang akrab disapa Kang Acil ini memberikan petuah bijak kepada hadirin untuk tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan di tengah kondisi bangsa yang sedang murung.

“Jangan sampai Indonesia terkenal dengan kejelekannya. Mari kita berkarya yang terbaik untuk bangsa ini,” kata Acil.

Ia mengajak masyarakat tetap kompak, jangan sampai tahun politik menjelang Pemilu 2024 nanti menjadi ajang perpecahan.

“Meski prediksi pada tahun politik akan memanas, namun mari kita tetap jaga persatuan. Jangan bawa perbedaan pandangan politik menjadi satu perpecahan dan pertikaian,” ajaknya.

Sementara, agenda pagelaran wayang golek yang dibawakan Dalang Aan Anjasmara ini membawakan cerita tentang sosok Semar Badranaya yang merupakan tokoh wayang tertua yang memiliki sikap arif dan bijaksana. (Poy/Om)