Kinerja Bupati Kuningan Melesat Mengharumkan Nama Daerah Secara Nasional

Galeri, Opini402 views

Mencermati pernyataan sikap dari Pj. Ketua Kadin Dani Iskandar terkait refleksi akhir tahun 2025 atas jalannya roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dengan memandang bahwa kebijakan dari pimpinan daerah yang telah diambil hanya populis di atas kertas namun tidak berdampak nyata bagi dunia usaha, nampaknya perlu diluruskan.

Selain pernyataan tersebut tidak berdasar, bersifat subjektif dan tendensius, nampaknya yang bersangkutan juga tidak mengikuti perkembangan mutakhir pembangunan yang sedang terjadi di Kabupaten Kuningan, sehingga membuat framing seolah-olah tidak pernah ada langkah yang dilakukan oleh pemimpin daerah. Untuk itu karena perlu menciptakan diskursus yang sehat pada ruang publik dan menghindari timbulnya persepsi yang tidak sehat bagi dunia usaha di Kabupaten Kuningan, diperlukan sikap bijak dan kehati-hatian bagi siapapun ketika berbicara di media sosial.

Iklan

Implementasi dari pelaksanaan Otonomi Daerah telah menjadikan kepala daerah sebagai pejabat politik dan administrasi (birokrasi). Kepala Daerah dimaksud tentu yang mempunyai kelebihan pola pikir maju dan baik, sikap melayani, berbudaya produktif, serta mampu menjalankan manajemen berbasis kinerja yang berorientasi kepada pelayanan prima terhadap masyarakat berdasarkan Visi dan Misi yang harus dicapai.

Untuk di Kabupaten Kuningan salah satu yang mampu memberikan gambaran ideal tentang bagaimana pimpinan daerah bisa melakukan percepatan dalam pencapaian visi misi pembangunan yang digariskan secara profesional adalah Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si dengan langkah besar Kuningan Melesat (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, Tangguh).

Iklan

Selaku Bupati yang bersangkutan mampu melakukan berbagai langkah strategis dan terukur untuk memastikan peningkatan kualitas dalam tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kuningan sehingga bisa mengharumkan dan membawa nama baik daerah secara nasional melalui pencapaian prestasi kerja sangat luar biasa, inovasi yang orisinal, berdampak luas, dan berkelanjutan.

Seperti kita ketahui bersama, Bupati dan Wakil Bupati Kuningan terpilih pada Pilkada 2024 telah ditetapkan oleh KPU pada 9 Januari 2025 dan dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden RI. Meski belum genap 1 tahun menjabat, Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si telah menorehkan prestasi, baik yang dicapai secara pribadi maupun institusi di bawah kepemimpinannya.

Sebagian prestasi yang telah diraih antara lain Penghargaan Langsung untuk Bupati Dian Rachmat Yanuar

• Person of The Year 2025 (Top Government in Public Relations)Dian Rachmat Yanuar menerima penghargaan Person of The Year kategori Top Government in Public Relations dari Radar Cirebon Group, atas kinerja komunikasi publiknya sepanjang tahun 2025.

• Penghargaan TOP Pembina BUMD 2025 pada ajang TOP BUMD Awards tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) bekerjasama dengan Top Business TOP BUMD Awards

• Dianugerahi Kabar Cirebon Awards 2025 Kategori Visionary Leader of Accelerated Economic

Penghargaan Pemerintah Daerah

• Pinunjul Award 2025Kabupaten Kuningan meraih Pinunjul Award tingkat Provinsi Jawa Barat — penghargaan bergengsi atas keberhasilan dan konsistensi dalam pengendalian inflasi daerah. Ini merupakan empat kali berturut-turut Kuningan menerima penghargaan ini.

• Penghargaan JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum) 2025 Kabupaten Kuningan mendapatkan penghargaan atas peningkatan kinerja JDIH, sebagai bukti komitmen pemerintahan yang transparan dan modern.

• Peraih Peringkat II Penghargaan Pembangunan Daerah se-Jawa Barat 2025 Kuningan berhasil masuk sebagai salah satu kabupaten terbaik dalam kategori Pembangunan Daerah di Jawa Barat.

• Empat Penghargaan di Ajang KTNA Jawa Barat 2025

Perwakilan dari Kuningan menyabet empat penghargaan sekaligus dalam Apresiasi Aparatur dan Non Aparatur Berprestasi di sektor pertanian tingkat Jawa Barat.

• Ketahanan Pangan Award Jabar 2025, Diskatan meraih penghargaan melalui duakategori, yakni Gerakan Pangan Murah (GPM) Terbaik dan Neraca Pangan Terbaik.

Prestasi PNS & Aparatur Daerah

• Anugerah PNS Berprestasi Provinsi Jawa Barat 2025Kabupaten Kuningan mendapatkan dua penghargaan pada ajang ini — salah satu ASN sebagai juara, serta penghargaan sebagai Penyelenggara PNS Berprestasi terbaik provinsi.• Sekda Kuningan dianugerahi Kabar Cirebon Awards 2025 Kategori RegionalEducation Transformation FigureSelain penghargaan resmi, di tahun 2025 kepemimpinan Bupati Dian juga ditandai dengan sejumlah capaian penting program pemerintah daerah, seperti:

a. Penurunan Angka Pengangguran

Peluncuran program besar untuk menekan pengangguran dengan pembukaan lowongan kerja dalam 100 Hari Kerja Pemerintah Kabupaten Kuningan. Dari 6.765 pelamar, yang berhasil lolos dan diterima ada 1.481 tenaga kerja. Angka tingkat pengangguran terbuka 2025 turun menjadi 7,59% dari 7,78%.

b. Dorongan Investasi Pemerintah Kabupaten Kuningan berhasil menarik minat pelaku usaha terhadap sektor pertanian, industri dan pariwisata. Adanya minat investor ini menunjukkan upaya aktif Pemkab dalam menarik modal dan memperkuat perekonomian daerah. Salah satunya adalah pabrik sepatu dengan nilai investasi Rp 1,2–1,8 triliun yang akan membuka ribuan lapangan kerja (diperkirakan hingga 7.000 pekerja dalam fase pengembangan). Lalu Pembangunan Bioskop di eks lapangan Pacuan Kuda dengan nilai investasi 26 miliar.

c. Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan pada Triwulan II 2025 tercatat 10,42 % (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun 2024 dan menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Pulau Jawa, menurut data resmi BPS Kabupaten Kuningan. Angka ini menunjukkan ekspansi kuat dalam perekonomian lokal, terutama didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan sektor konstruksi/UMKM.

d. Bidang Infrastruktur Pemerintah daerah melalui program perbaikan jalan dan fasilitas dasar di desa-desa menunjukkan progres nyata, seperti pemasangan PJU, rehabilitasi drainase, dan perbaikan jalan lingkungan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas lingkungan hidup di tingkat desa. Anggaran perbaikan jalan telah digelontorkan senilai 53 milyar untuk memperbaiki 153 ruas jalan. Selain itu, ada 250 titik ruas jalan perbaikan jalan lingkungan desa melalui Disperkimtan dengan nilai alokasi anggaran mencapai 27 miliar.

e. Tata Kelola Pemerintahan (Perbaikan Kondisi Fiskal)

Pemkab Kuningan berhasil melunasi tunda bayar sebesar Rp 96,7 miliar lebih cepat dari jadwal, sehingga kondisi fiskal daerah lebih sehat dan memungkinkan penguatan program prioritas pembangunan, termasuk di sektor infrastruktur.

Untuk menggenjot peningkatan PAD juga dilakukan upaya-upaya baru yang telah membuahkan hasil, seperti : pemanfaatan aset idle, lelang BMD yang sudah tidak digunakan dan sewa aset pemda.

f. Penanggulangan Kemiskinan

Data BPS mencatat angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan turun menjadi 10,74% pada tahun 2025 atau turun menjadi 1,14 poin persentase dibanding tahun 2024 dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 12,16 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan tren positif dalam pengentasan kemiskinan.

Kuningan juga ditunjuk sebagai lokasi percontohan program pengentasan kemiskinan oleh BP Taskin RI, sebuah langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menangani kemiskinan. Dalam upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dilaksanakan melalui program PENA (Pengembangan Ekonomi Masyarakat/Pahlawan Ekonomi Nusantara) dimana Pemkab Kuningan memberikan bantuan langsung kepada pedagang kecil (misalnya pedagang sorabi) untuk mendorong peningkatan ekonomi keluarga di desa serta adanya program Gema Sadulur yang mengintegrasikan seluruh program pengetasan kemiskinan dari berbagai perangkat daerah.

g. Indeks Kemiskinan Kuningan Turun

Berdasarkan data dari BPS juga mencatat bahwa Indeks Kemiskinan Kuningan turun signifikan, yaitu :

• Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2,02 → 1,38.

• Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,53 → 0,26 (Maret 2024 → Maret 2025).

• Garis kemiskinan (batas minimum kebutuhan dasar) pada tahun 2025 adalah Rp 435.184 per kapita per bulan — naik dari Rp 420.867 pada tahun 2024.Penurunan indeks-indeks ini menggambarkan bahwa bukan hanya jumlah orang miskin berkurang, tetapi juga intensitas dan kedalaman kemiskinan berkurang. Selain itu, hasil ground checking DTSEN juga menunjukkan hasil yang linier dengan survey BPS, terdapat penurunan sebesar 2,57% pada Desil 1 dan 3,24% pada Desil 2 menunjukkan perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Artinya, sebagian warga berhasil naik peringkat desil dan keluar dari kategori sangat miskin maupun miskin.

Dapat disimpulkan Pemerintah Kabupaten Kuningan Tahun 2025 berhasil menunjukkan kinerja yang solid dan berdampak nyata, ditandai oleh:

• pertumbuhan ekonomi yang kuat

• perbaikan tata kelola fiskal

• penurunan kemiskinan yang signifikan• kebijakan ketenagakerjaan yang berorientasi masa depan, serta

• kinerja Pemkab Kuningan tidak hanya dirasakan internal, tetapi juga diakui oleh pihak luar, dengan diterimanya berbagai penghargaanBeragam penghargaan yang diraih—baik untuk kepala daerah maupun pemerintah daerah—menjadi bukti validasi eksternal atas kinerja yang dijalankan, khususnya dalam hal komunikasi publik, transparansi hukum, pengendalian inflasi, pembangunan sektor pertanian dan kualitas perencanaan pembangunan.

Dengan fondasi ini, Pemkab Kuningan berada pada jalur yang tepat untuk melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Kemampuan mengelola perubahan di bidang pemerintahan yang ditorehkan oleh Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si bukan saja menjadi kebanggaan individu, namun menjadi tonggak sejarah bagi birokrasi di Kabupaten Kuningan. Bahwa siapapun yang bekerja setulus hati dengan memberikan inovasi, pengabdian terbaik dan pelayanan prima yang berkualitas akan mampu memberikan kontribusi positif untuk kemajuan daerah dan nasional. 

Kepala daerah yang memperoleh mandat dan legitimasi birokrasi karena dipilih langsung, tentu memerlukan adanya dukungan dari semua kalangan demi mewujudkan program-program yang telah dijanjikannya kepada rakyat pada saat kampanye dan itu bisa dilakukan oleh Kadin Kuningan apabila bisa berpikir jernih dan tidak asal bunyi (asbun).

Uha Juhana Ketua LSM Frontal