Kepulangan Jamaah Haji Kuningan, Bupati Dian: Pertahankan Kemabruran dan Jadi Teladan

Sosial88 views

KUNINGAN ONLINE – Suasana penuh haru menyelimuti Masjid At-Taufiq Kuningan Islamic Center, Minggu (7/6/2026), saat ratusan jamaah haji asal Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam Kloter KJT-08 tiba kembali di tanah air setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Tangis bahagia, pelukan hangat, dan ungkapan syukur tak terbendung ketika para jamaah bertemu kembali dengan keluarga yang telah menanti lebih dari satu bulan. Sejak siang hari, keluarga jamaah sudah memadati kawasan Islamic Center untuk menyambut kepulangan orang-orang tercinta.

Iklan

Momen penuh emosional tersebut turut dihadiri Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., didampingi Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur Forkopimda, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, perangkat daerah, tokoh agama, serta para keluarga jamaah.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah dalam keadaan sehat dan selamat. Ia mengucapkan selamat datang sekaligus mendoakan agar seluruh ibadah yang telah dilaksanakan selama di Tanah Suci diterima Allah SWT.

Iklan

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan, kami mengucapkan wilujeng sumping, selamat datang kembali di tanah kelahiran tercinta. Alhamdulillah Bapak dan Ibu telah menunaikan ibadah haji dan kembali dalam keadaan sehat. Semoga seluruh amal ibadah diterima Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur serta hajjah yang mabruroh,” ujar Dian.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, mulai dari panitia penyelenggara, petugas kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), tenaga medis, Kementerian Agama, hingga para pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak terlepas dari dedikasi dan kerja sama semua pihak yang telah mendampingi jamaah sejak proses keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh petugas dan pendamping yang telah bekerja dengan sabar, ikhlas, dan penuh tanggung jawab dalam melayani jamaah,” katanya.

Selain itu, Dian juga mengaku bangga terhadap para jamaah asal Kabupaten Kuningan yang selama berada di Tanah Suci menunjukkan sikap disiplin, kebersamaan, serta saling membantu satu sama lain.

“Saya mendapat laporan bahwa jamaah Kabupaten Kuningan mampu menjaga kekompakan, saling peduli, dan menjaga nama baik daerah selama menjalankan ibadah haji. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa perjalanan spiritual para jamaah tidak berhenti setelah tiba di tanah air. Justru, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai kemabruran dalam kehidupan sehari-hari.

“Sepulang dari Tanah Suci, Bapak dan Ibu akan menjadi panutan di lingkungan masing-masing. Mempertahankan haji mabrur jauh lebih berat dibandingkan pelaksanaannya. Karena itu, saya berharap nilai kesabaran, keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian yang diperoleh selama berhaji dapat terus dijaga dan diamalkan di tengah masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Kloter KJT-08 Kabupaten Kuningan, Nunung Nurhayati, S.E.I., M.H., melaporkan bahwa proses pemulangan jamaah berlangsung lancar. Dari total 445 jamaah dan petugas yang berangkat, sebanyak 444 orang berhasil kembali bersama rombongan dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah perjalanan pulang berjalan lancar. Kami mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan selama kami menjalankan tugas mendampingi jamaah di Tanah Suci,” ujarnya.

Namun demikian, satu orang jamaah asal Desa Cikadu, Kecamatan Nusaherang, atas nama Nursih Sumiatsih Suryadi, masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Jeddah setelah menjalani tindakan operasi.

Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama pihak kloter mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan kesembuhan jamaah tersebut agar dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarganya di tanah air.

Di tengah suasana penyambutan, rasa haru juga dirasakan para keluarga jamaah. Siti Aminah, salah seorang warga Kecamatan Kuningan yang menunggu kedatangan ibundanya sejak siang hari, mengaku tak mampu menahan air mata ketika melihat sang ibu turun dari bus.

“Alhamdulillah rasanya lega sekali. Selama ini kami hanya bisa berkomunikasi lewat telepon. Ketika melihat ibu turun dari bus dalam keadaan sehat, saya langsung menangis karena terharu dan bersyukur,” tuturnya.

Ia mengaku selama proses ibadah haji berlangsung, seluruh anggota keluarga terus memanjatkan doa agar para jamaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan keselamatan hingga kembali ke Kabupaten Kuningan.

Kepulangan jamaah Kloter KJT-08 menjadi momen penuh syukur bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. Selain menandai berakhirnya rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, kepulangan tersebut juga menjadi awal bagi para haji dan hajjah untuk mengimplementasikan nilai-nilai kemabruran dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. (OM)