HMI Unisa, Bahas Kepemiluan Tentang Tahapan dan Putungsuara Bersama KPU Kuningan dan KIPP

KUNINGAN ONLINE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan, melaksanakan Kajian tentang Demokrasi dengan tema “Mitigasi Tahapan Kampanye dan Putungsura Pemilu 2024” di Sekretariat HMI Komisariat Unisa Kuningan di area Masjid Al-Jihad Cigugur, Sabtu (24/12/2022).

Dalam kegiatan tersebut HMI Komisariat Unisa mengundang dengan Narasumber yakni dari komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kuningan Manan Sulaeman dan Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kuningan Zaka Vikryan.

Iklan

Selama berjalannya kegiatan, di pandu Nanda Eka Maharani kader HMI Unisa dan diikuti oleh Pengurus dan Kader HMI Unisa Kuningan, GMNI, PMII, dan IMM Unisa Kuningan.
 
Ari Saputra selaku Ketua bidang (Kabid) Penelitian Pengembangan dan Pembinaan (P3A) HMI Unisa Kuningan, mengantarkan di hadapan forum bahwa Kajian Demokrasi tersebut merupakan bagian dari tholabul ilmu generasi muda dalam peningkatan kapasitas literasi elektoral.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisariat HMI Unisa Kuningan, Reza Maulana menyampaikan bahwa sebagai generasi muda pencarian ilmu pengetahuan termasuk di bidang kepemiluan patut dikejar.

Iklan

“Boleh jadi ke depan, kita sebagai generasi muda akan terlibat dalam pesta rakyat 5 tahuan dalam bingkai Pemilihan Umum (Pemilu). Untuk itu penting juga kiranya membekali diri dalam meningkatkan kapasitas kognisi mengenai politik dan demokrasi,” jelasnya.

Diterangkan Reza, rencananya Kajian Demokrasi tersebut mungkin ke depan akan rutin dilakukan baik luring maupun daring dengan menghadirkan tema-tema menarik

“kelompok muda di Kuningan terfasilitasi untuk senantiasa belajar dan salah satunya melalui forum yang digagas oleh HMI Unisa Kuningan,” ujarnya
 
Sementara itu Komisioner KPU Kuningan Maman dalam penyampaian materinya menerangkan bahwa persoalan kampanye dan putungsura adalah salah satu tahapan yang memiliki residu cukup kencang.

Oleh sebab itu, Maman mengatakan, kelompok muda menjadi elemen yang cukup strategis dalam mengawal tahapan tersebut. Untuk Pemilu 2024, tahapan kampanye yang berlangsung selama 75 hari, dengan 3 hari masa tenang, kemudian 14 Februari 2022 hari Pemungutan Suara Pemilu 2024.
 
“HMI Unisa adalah salah satu kelompok potensial sebagai representasi masyarakat Kuningan untuk berperan aktif dalam Pemilihan Umum 2024, Tema tentang mitigasi kampanye dan putungsura ini bagus diketengahkan di kelompok muda,” katanya.

Maman berharap kedepannya, kelompok muda secara berkala mengetahui seluk-beluk kepemiluan sehingga dapat menjadi bagian dari suksesi Pemilu nanti tahun 2024 khususnya di Kabupaten Kuningan

“Tanpa money politik, hoaks, ujaran kebencian, maupun kampanye hitam. Pemilu sebagai pesta rakyat harus berjalan dengan penuh suka cita, riang gembira, berkualitas, dan berintegritas,” tuturnya.
Sedangkan Ketua KIPP Kuningan Zaka Vikryan mengatakan, bahwa perkara Pemilu itu mirip seperti menggelar pernikahan. Ada aturan mainnya, ada panitianya, ada pengantinnya, ada dekorasinya, ada pula penghulu dan juga saksi, Apa pun yang dipersiapkan selama prosesnya tetap berujung pada prosesi sakral akad nikahnya.
“Katakanlah kampanye dan putungsura itu sebagai implementasi kebijakan, Salah satu pisau analisanya, misalnya, bisa menggunakan teori George Edward III. Bagi Edward, ada empat faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan yaitu komunikasi, sumber daya, sikap, dan struktur birokrasi,” ucapnya.

Zaka menilai, jika perspektif kampanye itu keberhasilan partai maka yang harus dievaluasinya adalah tubuh partai politik, Tapi kalau kampanye itu ditilik sebagai tahapan yang harus dikawal penyelenggara, maka dalam hal ini evaluasinya kita bisa ke tubuh KPU dan Bawaslu.
Zaka juga menyampaikan, menurutnya putungsura pun sama dengan hal nya kampanye, Keajegan komunikasi seluruh pihak yang berkepentingan harus tuntas, sumber daya manusia harus memenuhi kriteria, sikap penyelenggara dan peserta harus berimbang taat pada regulasi, serta struktur birokasi pun harus baik ditandai dengan SOP yang jelas dalam hal ini tata kerja baik dari PKPU maupun Perbawaslu.

“Jika semuanya tahu dan sadar akan posisi masing-masing dan taat pada peraturan, insyaallah baik kampanye maupun putungsura akan berjalan baik pula. Tidak ada kesukseskan yang diraih oleh satu pihak. Maka untuk mitigasi apa pun tahapan Pemilu, harus diyakni sebagai kepentingan bangsa yang dipikul oleh seluruh masyarakat tanpa kecuali,” pungkasnya. (Poy)