Hari Krida Pertanian ke-54, Diskatan Kuningan Dorong Lahirnya Petani Milenial Lewat Inovasi Teknologi

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) terus mendorong regenerasi petani melalui pemanfaatan teknologi modern. Salah satu upaya tersebut ditunjukkan dalam peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 tingkat Kabupaten Kuningan yang kembali digelar setelah vakum sejak 2019.

Peringatan yang berlangsung meriah itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi bagi para petani, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai inovasi pertanian modern yang dinilai mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Iklan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan Hari Krida Pertanian merupakan bentuk penghargaan kepada para petani yang selama ini berperan penting menjaga ketahanan pangan daerah.

“Ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pejuang pangan yang telah menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat. Selain itu, menjadi momentum rasa syukur atas hasil pertanian yang telah dicapai,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Iklan

Menurutnya, peringatan Hari Krida Pertanian tahun ini memiliki makna tersendiri karena kembali dilaksanakan setelah terakhir digelar pada tahun 2019 di Kecamatan Luragung.

Berbagai kegiatan digelar dalam peringatan tersebut, mulai dari pameran produk unggulan pertanian dari seluruh kecamatan, lomba pemanfaatan pekarangan dalam mendukung pengendalian inflasi, lomba bakti tani, lomba tumpeng Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), hingga Gerakan Pangan Murah yang disambut antusias masyarakat.

Salah satu yang menjadi pusat perhatian pengunjung adalah demonstrasi traktor tanpa awak berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hasil kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Teknologi tersebut memungkinkan pengoperasian traktor dilakukan menggunakan remote control tanpa harus dikendalikan langsung oleh operator di atas kendaraan.

“Kami menghadirkan hasil penelitian dari IPB berupa traktor tanpa awak berbasis AI. Alat ini cukup dioperasikan dengan remote control. Kami berharap teknologi seperti ini dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian,” kata Wahyu.

Ia menilai perkembangan teknologi pertanian membuka peluang besar bagi lahirnya petani-petani milenial di Kabupaten Kuningan. Dengan dukungan mekanisasi dan digitalisasi, sektor pertanian dinilai semakin efisien, produktif, dan memiliki daya tarik tersendiri bagi generasi muda.

Selain mendorong modernisasi pertanian, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga terus berupaya memperkuat sarana dan prasarana pertanian. Saat ini Diskatan tengah mengusulkan tambahan alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk traktor dan berbagai peralatan pendukung lainnya untuk membantu meningkatkan produktivitas petani.

Di tengah musim kemarau yang mulai berlangsung, kondisi pertanian di Kabupaten Kuningan hingga saat ini masih terpantau aman. Diskatan mengaku belum menerima laporan terkait lahan pertanian yang mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan.

Meski demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan melalui berbagai kegiatan pengendalian organisme pengganggu tanaman dan gerakan pengendalian hama di lahan sawah petani.

“Kami terus melakukan pengendalian hama agar produktivitas pertanian tetap terjaga. Sampai saat ini belum ada laporan terkait ancaman puso akibat kekeringan,” pungkasnya.

Melalui peringatan Hari Krida Pertanian ke-54, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap modernisasi pertanian dapat berjalan beriringan dengan regenerasi petani sehingga sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan ketahanan pangan masyarakat. (OM)