KUNINGAN ONLINE – Program Wajib Belajar 13 Tahun dan penerapan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Kegiatan sosialisasi tersebut kali ini digelar di TK Mawar XVI Citangtu, Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri para guru, orang tua murid, dan peserta didik itu sedianya akan dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati. Namun karena harus mendampingi Bupati Kuningan dalam agenda lain yang berlangsung bersamaan, kehadirannya diwakili oleh Kasi Sarana dan Prasarana PAUD dan Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Eris Rismayana.
Dalam sambutannya, Eris menegaskan bahwa saat ini terdapat dua program prioritas yang menjadi perhatian Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, yaitu penguatan PAUD Holistik Integratif dan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki jenjang Sekolah Dasar.
Menurutnya, konsep PAUD Holistik Integratif tidak hanya berfokus pada pendidikan semata, melainkan mencakup lima layanan utama yang harus berjalan secara terpadu, yakni pendidikan, kesehatan dan gizi, pengasuhan, perlindungan, serta kesejahteraan anak.
“PAUD Holistik Integratif memiliki lima layanan utama yang harus berjalan secara terpadu. Semua layanan ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus saling berkolaborasi agar tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal,” ujar Eris.
Ia menjelaskan bahwa seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan saat ini telah memiliki layanan PAUD. Keberadaan layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan usia dini bagi masyarakat sehingga setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan stimulasi perkembangan sejak masa emas pertumbuhan.
Eris menuturkan, pendidikan usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan sosial, emosional, serta kesiapan belajar anak sebelum memasuki pendidikan dasar. Karena itu, keterlibatan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan tersebut.
Selain aspek pendidikan, perhatian terhadap kesehatan dan gizi anak juga menjadi bagian penting dalam program PAUD Holistik Integratif. Melalui program GEMATELMISU (Gerakan Makan Telur dan Minum Susu), Bunda PAUD Kabupaten Kuningan terus mendorong pemenuhan kebutuhan gizi anak sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas generasi penerus.
“Gizi sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kecerdasan anak. Karena itu kami mengajak para orang tua membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi seperti telur dan susu serta mengurangi konsumsi makanan olahan tinggi natrium dan minuman manis secara berlebihan,” katanya.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, Eris juga mengingatkan pentingnya pola pengasuhan yang sehat di lingkungan keluarga. Ia mengajak para orang tua untuk lebih bijak dalam mengawasi penggunaan gawai pada anak-anak serta memperbanyak interaksi langsung di rumah.
Menurutnya, usia dini merupakan masa yang sangat menentukan pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak sehingga membutuhkan perhatian, komunikasi, dan pendampingan yang optimal dari keluarga.
“Jangan sampai orang tua sibuk dengan pekerjaan, sementara anak juga sibuk dengan gadget dan permainan digital. Masa usia dini adalah golden age yang membutuhkan komunikasi dan perhatian penuh dari keluarga,” ujarnya.
Selain itu, edukasi mengenai perlindungan anak juga menjadi bagian dari sosialisasi. Anak-anak dikenalkan pada pentingnya saling menghargai serta memahami berbagai bentuk perundungan atau bullying agar mampu menghindari perilaku tersebut, baik sebagai korban maupun pelaku.
Dalam kesempatan tersebut, Eris mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan saat ini sedang menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Wajib Belajar 13 Tahun. Regulasi tersebut akan menjadi landasan hukum dalam memperkuat pelaksanaan pendidikan prasekolah bagi anak usia 5–6 tahun sebelum memasuki jenjang SD.
“Insyaallah dalam waktu dekat akan hadir Peraturan Bupati terkait wajib belajar 13 tahun. Harapannya tidak ada lagi anak usia sekolah yang langsung masuk SD tanpa melalui pendidikan prasekolah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua IGTKI Kecamatan Kuningan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengajak para orang tua untuk mendukung penuh program pemerintah. Ia menilai pendidikan taman kanak-kanak memiliki peran penting dalam mempersiapkan anak secara mental, sosial, emosional, maupun akademik sebelum memasuki pendidikan dasar.
Kegiatan sosialisasi berlangsung hangat dan meriah. Berbagai aktivitas edukatif digelar untuk melibatkan anak-anak secara aktif, mulai dari pengenalan pentingnya makan telur dan minum susu, pendidikan karakter, hingga kuis hafalan Pancasila yang disambut antusias oleh para peserta didik.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan usia dini semakin meningkat, sehingga seluruh anak mendapatkan fondasi yang kuat untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (OM)





