H Rokhmat Ardiyan Dorong LBM PWNU Jabar Cetak Pengusaha dan Cendekiawan NU untuk Perkuat Ketahanan Bangsa

Pendidikan62 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota DPR RI Komisi XII H. Rokhmat Ardiyan (HRA) menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Barat yang digelar di kawasan wisata Arunika, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum strategis bagi para ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama dalam membahas berbagai persoalan keagamaan, sosial, ekonomi, hingga kebangsaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Iklan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus PWNU Jawa Barat, pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM), pengurus PCNU Kabupaten Kuningan, Wakil Bupati Kuningan, para kiai, ulama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai pesantren besar di Jawa Barat. Sejumlah kiai dari pesantren ternama seperti Buntet, Gedongan, dan Kempek juga tampak hadir mengikuti rangkaian acara.

Dalam sambutannya, H. Rokhmat Ardiyan menegaskan bahwa Lembaga Bahtsul Masail memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pusat kajian keilmuan dan pemikiran dalam tubuh Nahdlatul Ulama. Menurutnya, LBM bukan hanya berperan menjawab persoalan hukum keagamaan, tetapi juga harus mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan kebangsaan yang semakin kompleks.

Iklan

Iklan

Ia menyebutkan bahwa di tengah tantangan global, ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan politik dan ekonomi semata, tetapi juga oleh kekuatan moral, keilmuan, dan kepemimpinan umat.

“LBM memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan bangsa, baik dari sisi ideologi, ekonomi, sosial, maupun pengelolaan sumber daya alam. Forum seperti ini harus menjadi ruang lahirnya pemikiran-pemikiran besar yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” ujar HRA.

Menurutnya, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mendorong kemajuan bangsa. Potensi tersebut tidak hanya terletak pada kekuatan spiritual dan basis massa yang besar, tetapi juga pada kemampuan untuk melahirkan generasi unggul di berbagai bidang.

HRA menekankan bahwa NU harus mampu mencetak lebih banyak pengusaha, akademisi, profesional, dan cendekiawan yang dapat berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

Ia menilai, selama ini warga NU memiliki kekuatan besar di bidang keagamaan, namun perlu didorong lebih kuat lagi dalam sektor ekonomi agar tercipta kemandirian umat yang berkelanjutan.

“Melalui LBM ini, saya berharap lahir pengusaha-pengusaha dari NU. Kita tidak hanya sukses dalam ibadah, tetapi juga sukses dalam ilmu, ekonomi, dan sosial. Potensi warga NU sangat besar untuk mendorong kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi berbasis pesantren dan pemberdayaan umat sebagai langkah konkret dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia mendorong agar sinergi antara ulama, pemerintah, dan dunia usaha terus diperkuat agar potensi ekonomi umat dapat berkembang secara maksimal.

“Selain itu, Saya juga mengajak seluruh elemen Nahdlatul Ulama untuk terus menjaga persatuan, memperkuat moderasi beragama, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Ia menilai bahwa tantangan era digital saat ini membutuhkan pemikiran keagamaan yang moderat, kontekstual, dan mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keislaman.

Kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi LBM PWNU Jawa Barat ini berlangsung penuh khidmat dan menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah islamiah, memperkuat sinergi antara ulama dan umara, serta membangun komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan daerah maupun bangsa. (OM)