Rektor Anna Fitri Hindriana Apresiasi Program FKIP Mengaji untuk Bentuk Pendidik Agamis

Pendidikan655 views

KUNINGAN ONLINE – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan kembali menyelenggarakan kegiatan Launching Program FKIP Mengaji Tahun Akademik Semester Genap 2025/2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Dengan Mengaji Mewujudkan Mahasiswa FKIP yang Santun, Agamis, Terampil dan Unggul” tersebut berlangsung di Gedung Student Center Iman Hidayat Uniku, Senin (9/3/2026).

Iklan

Dekan FKIP Uniku, Asep Jejen Jaelani, menyampaikan bahwa program FKIP Mengaji telah berjalan selama empat tahun sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022. Tahun ini merupakan pelaksanaan angkatan keempat dari program tersebut.

“Perlu kami sampaikan Bu Rektor, program ini telah berjalan empat tahun dan ini adalah angkatan keempat sejak dimulai pada tahun 2022. Program ini tentunya menjadi upaya kami untuk mewujudkan salah satu tagline FKIP, yaitu agamis yang menjadi ciri khas di FKIP Universitas Kuningan,” ujarnya.

Iklan

Ia menambahkan, pelaksanaan launching FKIP Mengaji tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, bulan diturunkannya Al-Qur’an.

“Oleh sebab itu, mari kita sambut kegiatan ini dengan baik. Kami berharap bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi mahasiswa FKIP Universitas Kuningan ketika lulus nanti dapat menjadi generasi Qur’ani, generasi yang mencintai serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Uniku, Anna Fitri Hindriana, menyampaikan bahwa program FKIP Mengaji merupakan salah satu program unggulan yang dimiliki FKIP.

“Kita harus bersyukur masih mendapatkan kesempatan untuk belajar mengaji secara benar. Artinya kita mengaji secara tartil, di mana tajwid kita akan diperbaiki melalui program FKIP Mengaji ini,” ujarnya.

Anna menegaskan bahwa mahasiswa yang kelak menjadi pendidik tidak cukup hanya dibekali ilmu pedagogik, tetapi juga harus memiliki pemahaman dan pengalaman nilai-nilai keagamaan.

“Betul bahwa kita nanti akan menjadi pendidik. Pendidik itu tidak cukup hanya dibekali ilmu pedagogik saja, tetapi juga bagaimana ilmu keagamaannya harus kita yakini dan kita benahi. Karena pendidik merupakan role model bagi siswa-siswanya kelak,” pungkasnya. (OM)