GPM DIRAHMATI Diserbu Warga Garawangi, Kadis Wahyu Pastikan Harga Lebih Murah dari Pasar

Sosial562 views

KUNINGAN ONLINE — Antusiasme warga Desa Citiusari, Kecamatan Garawangi, terlihat sejak pagi saat masyarakat memadati lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan DIRAHMATI (Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Kuningan.

Iklan

Program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat dapat mengakses bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.

Sejumlah komoditas strategis disediakan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, di antaranya beras medium Rp12.000 per kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, telur ayam Rp29.000 per kilogram, daging sapi Rp120.000 per kilogram, daging ayam Rp36.000 per kilogram, bawang merah Rp38.000 per kilogram, bawang putih Rp32.000 per kilogram, serta aneka cabai.

Iklan

Dalam pesan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. yang disampaikan melalui Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian, ditegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan.

“Momentum Ramadan identik dengan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah strategis agar harga tetap terkendali dan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM DIRAHMATI di Desa Citiusari merupakan lokasi ke-14 dari rangkaian Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemkab Kuningan selama Ramadan tahun ini.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Ia mencontohkan, harga beras medium di pasaran berkisar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sementara dalam GPM dijual Rp12.000 per kilogram. Begitu pula gula pasir yang di pasar bisa mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram dijual Rp15.000 per kilogram, serta minyak goreng yang biasanya Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter dijual Rp15.500 per liter.

“Selisih harga ini mungkin terlihat kecil, tetapi bagi ribuan rumah tangga sangat berarti untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga, terutama saat Ramadan ketika kebutuhan meningkat,” jelasnya.

Wahyu juga menanggapi adanya informasi terkait dugaan harga komoditas di GPM yang disebut sama atau bahkan lebih mahal dibandingkan harga pasar.

Ia menegaskan pihaknya terbuka terhadap masukan dan siap melakukan evaluasi apabila ditemukan kondisi tersebut di lapangan.

“Silakan informasikan GPM di lokasi mana dan komoditas apa yang harganya sama atau lebih mahal. Kami akan segera melakukan evaluasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan GPM, tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian selalu melakukan pengecekan harga pasar di wilayah setempat agar harga yang dijual benar-benar lebih murah.

Tingginya antusiasme masyarakat, menurut Wahyu, menjadi bukti bahwa program ini dirasakan manfaatnya. Di hampir setiap lokasi GPM, warga bahkan sudah menunggu sejak sebelum kegiatan dimulai dan komoditas yang disediakan kerap habis dalam waktu singkat.

Pada kegiatan kali ini, pemerintah menyiapkan pasokan pangan dalam jumlah besar, di antaranya 3 ton beras, sekitar 300 liter minyak goreng, 250 kilogram telur ayam, 250 kilogram daging sapi, serta ratusan kilogram gula pasir dan berbagai komoditas hortikultura.

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Di sela kegiatan, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian juga mengajak warga mengikuti kuis seputar pangan dan program pemerintah dengan hadiah paket sembako bagi warga yang berhasil menjawab.

Untuk memperluas jangkauan informasi, kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui live streaming di berbagai platform media sosial resmi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan.

Melalui program GPM DIRAHMATI, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap masyarakat dapat merasakan manfaat stabilisasi harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah selama bulan suci Ramadan. (OM)