Gerakan Shalat Subuh 54.000 Anak Muslim Digelar Perdana di Desa Manggarai

Sosial333 views

KUNINGAN ONLINE – Gerakan Shalat Subuh Berjamaah 54.000 Anak Muslim Kabupaten Kuningan mulai dilaksanakan secara serentak pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di masjid-masjid desa dan kelurahan se-Kabupaten Kuningan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun karakter anak sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap masjid sejak usia dini.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pukul 04.30 hingga 06.45 WIB. Para anak muslim bersama orang tua, pengurus masjid, tokoh agama, serta masyarakat diajak untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah dan memakmurkan masjid di lingkungan masing-masing.

Iklan

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat perlindungan dan pembinaan anak yang sejalan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diperingati pada 23 Juli.

Ketua IKIAD DPRD Kabupaten Kuningan, Indah Nur Aliah, menyampaikan bahwa Gerakan Shalat Subuh Berjamaah 54.000 Anak Muslim menjadi momentum penting dalam membangun generasi muda yang religius sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Iklan

Menurut Indah, kegiatan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah 54.000 Anak Muslim untuk pertama kalinya diselenggarakan di Desa Manggarai, Kecamatan Lebakwangi.

“Ini merupakan pertama kalinya kegiatan Gerakan Shalat Subuh diselenggarakan di Desa Manggarai, Kecamatan Lebakwangi. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk mengajak anak-anak lebih dekat dengan masjid dan membiasakan mereka melaksanakan shalat Subuh berjamaah,” ujar Indah.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar mengajak anak-anak hadir ke masjid, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai keagamaan sejak dini.

Sementara itu, Ibu Yanti Yaya selaku Ketua Pelaksana turut berperan dalam mengawal pelaksanaan kegiatan tersebut. Keterlibatan panitia dan berbagai unsur masyarakat diharapkan mampu memastikan gerakan tidak hanya berlangsung secara serentak, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi pembinaan anak di lingkungan masing-masing.

Gerakan Shalat Subuh 54.000 Anak Muslim digagas untuk memperkuat peran masjid sebagai ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Melalui gerakan ini, masjid di setiap desa dan kelurahan didorong untuk melibatkan anak-anak usia dini hingga remaja dalam kegiatan shalat Subuh berjamaah.

Semangat tersebut dinilai semakin relevan dengan momentum Hari Anak Nasional 2026. Peringatan HAN menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak dan pembentukan karakter anak membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari keluarga, masyarakat, lingkungan pendidikan, hingga tempat ibadah.

Dalam konteks tersebut, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak untuk belajar agama, bersosialisasi, membangun kedisiplinan, serta mengembangkan karakter positif.

Pelaksanaan serentak tersebut juga merupakan tindak lanjut dari imbauan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kuningan kepada organisasi-organisasi wanita agar mengajak para anggotanya untuk menyukseskan, mengawal, dan membersamai kegiatan di desa maupun kelurahan masing-masing.

Selain mengikuti kegiatan, masing-masing organisasi juga diminta mendokumentasikan pelaksanaan shalat Subuh berjamaah anak-anak muslim sebagai bagian dari dokumentasi gerakan.

Indah berharap kegiatan yang digelar di Desa Manggarai dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa serta kelurahan lainnya di Kabupaten Kuningan.

“Yang terpenting bukan hanya ramai pada saat kegiatan, tetapi bagaimana kebiasaan shalat berjamaah ini bisa terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan anak-anak sehari-hari,” katanya.

Ia juga mengajak para orang tua, pengurus masjid, tokoh agama, pemerintah desa, organisasi wanita, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dengan nilai-nilai keagamaan.

Gerakan ini sekaligus sejalan dengan pengembangan konsep Masjid Ramah Anak di Kabupaten Kuningan, yang menempatkan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan, pembinaan karakter, dan aktivitas positif bagi generasi muda.

Momentum Hari Anak Nasional 2026 diharapkan semakin memperkuat pesan bahwa membangun masa depan anak tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Pembiasaan nilai agama, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta kedekatan dengan lingkungan masjid juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi penerus.

Dengan dimulainya gerakan secara serentak dan pelaksanaan perdana di Desa Manggarai, Indah berharap Gerakan Shalat Subuh 54.000 Anak Muslim tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Sebaliknya, gerakan tersebut diharapkan berkembang menjadi kebiasaan bersama dalam membentuk generasi Kuningan yang religius, berakhlak, disiplin, serta memiliki kecintaan terhadap masjid sejak usia dini.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap anak, terutama dalam menciptakan ruang tumbuh yang positif dan sarat nilai keagamaan, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional 2026: anak-anak tumbuh sehat, berkarakter, dan memiliki lingkungan yang mendukung masa depan mereka. (OM)