Wisuda Perdana Poltekkes KMC, Bupati Dian Tegaskan Peran Strategis Gizi dan Fisioterapi

Pendidikan, Sosial425 views

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam memuliakan manusia dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda dan Sumpah Profesi ke-I Mahasiswa Program Studi Gizi dan Fisioterapi Jenjang Diploma III Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, di Grand Hotel Cordela Kuningan, Rabu (21/1/2026).

Iklan

Bupati Dian menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar penanda kelulusan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar. Ilmu yang diperoleh para lulusan merupakan amanah yang harus ditunaikan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang lulus atau tidak lulus, tetapi lahirnya tanggung jawab baru. Ilmu itu bukan milik pribadi, melainkan amanah sosial,” tegasnya.

Iklan

Ia menekankan bahwa pembangunan sejati tidak semata diukur dari infrastruktur fisik atau capaian angka statistik, melainkan dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu memuliakan manusia. Dalam konteks itu, profesi ahli gizi dan fisioterapis dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, ahli gizi berperan penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat melalui edukasi serta intervensi gizi seimbang. Sementara fisioterapis berkontribusi dalam memulihkan fungsi tubuh, mengembalikan harapan, serta meningkatkan produktivitas masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik.

“Ananda semua adalah penjaga keseimbangan kehidupan manusia. Ketika seseorang kembali pulih dan berfungsi, di situlah harkat dan martabat manusia ditegakkan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika Politeknik Kesehatan KMC Kuningan atas terselenggaranya wisuda perdana yang menjadi tonggak sejarah institusi. Meski tergolong muda, Poltekkes KMC dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam penguatan SDM kesehatan di Kabupaten Kuningan.

Tak lupa, ia memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para orang tua wisudawan dan wisudawati. Menurutnya, keberhasilan para lulusan tidak lepas dari doa, pengorbanan, serta kesabaran orang tua yang kerap tidak terlihat.

“Di balik toga yang dikenakan hari ini, ada doa yang tidak pernah putus dan pengorbanan yang tidak ternilai dari orang tua,” ungkapnya.

Bupati Dian juga menyinggung tantangan pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan dan keterbatasan fiskal. Namun demikian, ia optimistis dengan sinergi seluruh pihak serta hadirnya tenaga kesehatan muda yang kompeten dan berintegritas, Kabupaten Kuningan mampu sejajar dengan daerah lain.

Ia berharap Politeknik Kesehatan KMC Kuningan terus berkembang menjadi pusat lahirnya tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga berkarakter, beretika, serta memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Insan Mandiri Kuningan (YWIM), Drs. H. Momon Rochmana, M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, termasuk fasilitasi pemanfaatan aset daerah untuk pengembangan kampus.

Ia berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar, menjunjung tinggi nilai soft skill seperti kejujuran, disiplin, dan kecintaan terhadap profesi, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Acara wisuda tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Dudy Pamuji, S.E., M.Si, unsur Forkopimda, pimpinan dan civitas akademika Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, serta para orang tua wisudawan dan wisudawati. (OM)