KUNINGAN ONLINE – Kondisi Gedung Kesenian Raksawacana Kabupaten Kuningan menjadi sorotan karena dinilai memprihatinkan. Bangunan tersebut tampak kurang terawat, dengan cat dinding yang mulai kusam, tumbuhan kecil yang tumbuh di beberapa bagian tembok, serta sejumlah fasilitas yang sudah layak untuk direnovasi.
Menanggapi hal itu, Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar menegaskan pentingnya keberadaan gedung kesenian sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap para seniman dan budayawan. Menurutnya, tidak semua daerah memiliki fasilitas gedung kesenian seperti yang ada di Kabupaten Kuningan.
“Saya mendapatkan informasi dari kawan-kawan seniman, ternyata tidak semua daerah memiliki gedung kesenian. Ini merupakan bentuk apresiasi terhadap seniman dan budayawan,” ujar Dian usai menghadiri gelaran Teater Sado, Sabtu (24/1/2026).
Dian menambahkan, Gedung Kesenian Raksawacana termasuk dalam kategori cagar budaya, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam perawatan maupun renovasi. Ia juga mengakui bahwa kondisi bagian dalam gedung membutuhkan banyak pembenahan.
“Di dalamnya memang banyak yang harus kita perbaiki, mulai dari tata suara yang masih menggema, kondisi toilet, hingga fasilitas pendukung lainnya,” katanya.
Masukan dari para seniman, lanjut Dian, menjadi bahan pertimbangan penting bagi pemerintah daerah. Ia berharap ke depan Gedung Kesenian Kuningan dapat berfungsi sebagai rumah besar para seniman, sekaligus pusat pertunjukan dan atraksi budaya di Kabupaten Kuningan.
“Mudah-mudahan ke depan ini menjadi rumah besar seniman. Saya bermimpi orang-orang yang ingin melihat gelaran dan atraksi budaya datang ke sini,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berencana mengalokasikan anggaran renovasi dalam waktu dekat. Renovasi akan difokuskan pada perbaikan tata suara, pencahayaan, panggung, serta fasilitas toilet.
“Mudah-mudahan seiring dengan pengalokasian anggaran, bisa kita perbaiki secepatnya. Dalam waktu dekat saya akan segera melakukan renovasi,” pungkas Dian. (OM)





