Disdikbud Kuningan Fokus Perbaikan Sarpras SMP, 70 Ruang Kelas Tercatat Rusak Berat

Pendidikan, Sosial1,625 views

KUNINGAN ONLINE – Kondisi sarana dan prasarana SMP di Kabupaten Kuningan masih beragam. Ada sekolah yang fasilitasnya sudah sangat layak, namun sebagian lainnya masih membutuhkan perhatian serius, terutama ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan.

Kepala Bidang SMP Abidin, S. Pd melalui Kasi Sarana dan Prasarana SMP Disdikbud Kuningan Meylina Husniati, S. E, menyampaikan bahwa hasil survei lapangan terbaru pada 78 SMP Negeri, tercatat sebanyak 709 ruang kelas dalam kondisi baik, 72 rusak ringan, 407 rusak sedang, dan 70 rusak berat.

Iklan

“Pemerintah hadir dan bergerak memperbaiki kondisi tersebut melalui berbagai program. Salah satunya program Sekolahku Keren sebagai implementasi visi Kuningan Melesat. Tahun ini dilakukan rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di 39 SMP menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU), serta program Revit Satuan Pendidikan dari Kemendikbudristek untuk 4 SMP,” ungkap Meylina kepada Kuninganonline.com, Sabtu (16/8/2025).

Ia menerangkan, meski tahun ini tidak ada alokasi DAK Fisik Bidang Pendidikan subbidang SMP untuk pembangunan maupun rehabilitasi, pemerintah tetap memberikan dukungan dalam bentuk pengadaan peralatan sarana belajar. Disdikbud juga mengimbau sekolah untuk rutin melakukan pemeliharaan menggunakan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Iklan

Iklan

“Sesuai ketentuan, maksimal 20% dana BOSP bisa digunakan untuk kegiatan pemeliharaan, seperti pengecatan, perbaikan atap bocor, atau perawatan mebel. Pemeliharaan rutin penting agar fasilitas lebih awet dan tidak cepat rusak,” terangnya.

Terkait mekanisme bantuan, Meylina menegaskan bahwa pengusulan dimulai dari identifikasi kebutuhan di sekolah yang diinput ke Dapodik, kemudian diajukan melalui proposal resmi. Disdikbud akan melakukan verifikasi sebelum diteruskan ke pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat.

“Prioritas tetap diberikan kepada SMP di daerah terpencil dan sekolah dengan tingkat kerusakan paling parah atau jumlah murid terbanyak,” tegasnya.

Salah satunya terlihat dalam program 100 hari kerja Bupati Kuningan, ketika SMPN SATAP Patalah di Kecamatan Cilebak mendapat program rehabilitasi Sekolahku Keren meski lokasinya jauh dan aksesnya sulit.

“Kami berkomitmen menuntaskan perbaikan sarana prasarana pendidikan secara bertahap dan berkesinambungan. Negara hadir melalui pemerintah daerah bersama pemerintah pusat untuk memastikan setiap anak di Kuningan belajar di ruang yang aman, nyaman, dan layak. Dengan dukungan program Sekolahku Keren dan berbagai skema pendanaan, kami optimistis kondisi sarpras SMP di Kuningan akan semakin membaik dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (OM)