Diduga Ada Potongan Dana PIP Tahun 2023, Sekdis Disdikbud : Sudah Ditangani Bidang SD

Informasi, Pendidikan3,046 views

KUNINGAN ONLINE – Beredar sebuah rekaman, berisi tentang adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang terjadi disalah satu lembaga pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Desa Mancagar Kecamatan Garawangi dalam Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2023.

Diceritakan, oleh ibu dari orang tua murid tersebut mengaku bahwa dirinya mendapatkan potongan dari program PIP tahun 2023.

Iklan

“Muhun abdi kenging 470rb dipotong 50rb (iya saya dapat 470rb dipotong 50rb),” ujarnya.

Parahnya, pemotongan tersebut dilakukan oleh oknum guru sekolah yang melibatkan orang tua murid untuk mengkoordinir kepada orang tua murid yang lain.

Iklan

“Pas suda keluar dari Bank juga udah dipintai, tadinya saya mau langsung bayar ke operator mau sekalian ngobrol menanyakan kenapa potongannya besar,” ucapnya.

Diketahui, ibu tersebut anaknya mendapatkan bantuan PIP itu sudah tiga kali dengan yang sekarang. Dari awal mendapatkan program pun siibu sudah mendapatkan perlakuan pungli.

“Dari awal juga udah dipotong, pencarian yang pertama saat kelas 1 cair 600rb sekian dipotong 100rb, kedua dipotong 30rb dan yang sekarang dipotong 50rb,” ungkapnya.

“Tetangga saya yang dapet 450rb, potongannya 50rb,” sambungnya.

Saat si Ibu menanyakan untuk apa potongan tersebut, katanya uang hasil pungli itu akan diberikan kepada pihak Bank dan operator.

“Saya bertanya kepada siibu yang mengkoordinir uang tersebut kenapa kok besar, terus dia menjawab 30rb untuk pihak Bank 15rb untuk buat operator. Saya waktu itu engga ikut rapat soalnya,” ucapnya.

Namun, si Ibu juga merasakan kekhawatiran karena dirinya berani untuk bicara soal dugaan pungli tersebut.

“Yang lain mah tidak berani, soalnya pernah ada yang diberhentikan tidak cair lagi,” tuturnya dengan nada khawatir.

Kuninganonline.com mencoba untuk mengkonfirmasi kepada Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan Rusmiadi menanyakan apakah benar telah terjadi pungli disalah satu SD Mancagar kecamatan Garawangi, tetapi ia tidak memberikan keterangan yang begitu utuh.

“Punten ke bidang SD aja, kemarin lagi ditindaklanjuti oleh bidang SD Hapunten abdi nuju diluar,” sebutnya lewat pesan WhatsApp Selasa (6/6/2023).

Kuninganonline.com juga menanyakan apakah dinas secara kelembagaan membenarkan dugaan pungli tersebut “Tidak ada membenarkan yang salah,” ucapnya lagi.

Sementara itu, saat menghubungi kepada Kabid SD Disdikbud Kuningan lewat pesan media, WhatsAppnya tidak aktif, juga saat menghampiri ke kantor, Selasa (6/6/2023) yang beralamat di jalan raya Cigugur dirinya tidak ada. (Poy)