CIREBON ONLINE – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro dan mikro melalui akses pembiayaan sekaligus peningkatan kapasitas usaha. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 yang mempertemukan ratusan nasabah PNM dengan pemerintah daerah dan sejumlah mitra.
Kegiatan yang digelar di Dedy Jaya Hotel Ciledug, Kabupaten Cirebon, Rabu (16/9/2026), diikuti sekitar 250 nasabah PNM. Selain mendapatkan edukasi bisnis, para nasabah juga memperoleh kesempatan memperluas jejaring dengan sesama pelaku usaha.
Kabupaten Cirebon sendiri memiliki sekitar 179.600 UKM. Besarnya potensi tersebut membuat peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, pencatatan keuangan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi menjadi aspek penting dalam mendorong keberlanjutan usaha masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, yang mewakili Bupati Cirebon Imron Rosyadi, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya.
“Pemerintah Kabupaten Cirebon akan terus mendorong pengusaha lokal untuk terus memperkuat kualitas produk, kemasan, legalitas, pencatatan keuangan, pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, nasabah mendapatkan berbagai materi mengenai perlindungan usaha, layanan pendukung bisnis, serta pemanfaatan internet dan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.
Tidak hanya melalui sesi edukasi, PKU Akbar juga menjadi ruang bagi nasabah untuk saling bertukar pengalaman. Pertemuan antarpelaku usaha ini membuka peluang terbentuknya jejaring yang dapat mendukung pengembangan bisnis masing-masing.
Penguatan kapasitas usaha juga dinilai perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap layanan keuangan. Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengapresiasi peran PNM dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Ia juga mengingatkan agar pembiayaan dimanfaatkan untuk kebutuhan yang produktif.
Bagi PNM, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan. Sepanjang 2026, PNM Cabang Cirebon telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 170.000 nasabah.
Pemimpin Cabang PNM Cirebon Wina Rustiani mengatakan pembiayaan tersebut terus dilengkapi dengan pendampingan agar nasabah dapat mengoptimalkan modal yang diterima untuk mengembangkan usaha.
“Pembiayaan kami lengkapi dengan pemberdayaan. Harapannya usaha nasabah bisa terus berkembang dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan keluarga,” kata Wina.
Salah satu nasabah PNM Mekaar, Cucu Rahayu, merasakan langsung manfaat kegiatan tersebut. Pemilik usaha olahan makanan Racoecoe itu menilai PKU Akbar memberikan kesempatan bagi dirinya untuk bertemu dengan lebih banyak pelaku usaha dan memperoleh pengalaman baru.
“Ratusan orang berkumpul dengan tujuan yang sama, belajar dan bertumbuh. PNM memberi saya kesempatan bertemu banyak pengusaha lain, saling berbagi pengalaman, dan semakin termotivasi,” ujar Cucu.
Selain mengikuti sesi edukasi, para nasabah juga dapat melihat langsung berbagai produk yang dikembangkan peserta lainnya melalui pameran produk nasabah. Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari batik hingga kuliner.
Melalui kegiatan tersebut, PNM berharap akses pembiayaan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan jejaring usaha. Dengan demikian, pelaku usaha ultra mikro dan mikro tidak hanya memperoleh tambahan modal, tetapi juga memiliki akses yang lebih luas terhadap pengetahuan dan koneksi yang dapat mendukung perkembangan bisnis mereka.
Pada akhirnya, penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi nasabah untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. (OM)






