Asesmen LAM-PTKes, UM Kuningan Pacu Akreditasi Unggul Prodi S1 Farmasi

Pendidikan524 views

KUNINGAN ONLINE — Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi kesehatan. Hal ini ditunjukkan melalui pelaksanaan asesmen lapangan Program Studi (Prodi) S1 Farmasi oleh tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).

Kegiatan strategis ini menjadi bagian krusial dalam upaya meraih akreditasi unggul sekaligus meningkatkan daya saing institusi di bidang kesehatan, baik di tingkat regional maupun nasional.

Iklan

Tim asesor yang melakukan penilaian terdiri dari Prof. Dr. Apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm. dan Dr. apt. Raditya Iswandana, S.Farm., M.Farm., CertDA. Kehadiran keduanya disambut langsung oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Ketua BPH Prof. Dr. Apt. Dyah A. Perwitasari, Ph.D., Wakil Rektor, para Direktur, Kepala Lembaga, hingga para Dekan di lingkungan UM Kuningan.

Dalam sambutannya, Rektor UM Kuningan menegaskan bahwa Prodi S1 Farmasi merupakan salah satu program unggulan yang terus dikembangkan secara berkelanjutan. Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, prodi tersebut mengalami kemajuan signifikan, baik dari sisi jumlah mahasiswa, kualitas sumber daya dosen, hingga penguatan sarana dan prasarana pembelajaran.

Iklan

“Akreditasi bukan sekadar formalitas administratif, tetapi cerminan kualitas yang sesungguhnya. Karena itu, kami terus mendorong perbaikan berkelanjutan melalui sistem penjaminan mutu internal yang terintegrasi dan berorientasi pada luaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa capaian akreditasi unggul memiliki makna strategis bagi pengembangan institusi. Selain sebagai indikator mutu, status tersebut juga menjadi prasyarat penting dalam pembukaan Program Studi Profesi Apoteker yang terintegrasi dengan Prodi S1 Farmasi.

UM Kuningan, kata dia, tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar akreditasi, tetapi juga pada penciptaan lulusan yang kompetitif. Prodi S1 Farmasi diarahkan untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, serta memiliki karakter technopreneurship dengan landasan nilai-nilai Islam.

“Kami ingin lulusan tidak hanya kuat secara akademik dan profesional, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta dunia kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, kesiapan menghadapi asesmen telah dilakukan secara maksimal oleh jajaran pengelola Prodi S1 Farmasi. Tim yang terlibat antara lain Dekan Apt. Imas Maesaroh, M.Farm., Wakil Dekan Dr. Apt. Nur Azizah, M.Farm., Ketua Prodi Apt. Juju Jumiati, M.Farm., Kepala LPM Nunu Nurfirdaus, M.Pd., serta tim task force yang bekerja intensif dalam beberapa waktu terakhir.

Pihak universitas berharap proses asesmen lapangan ini dapat berjalan objektif dan komprehensif, serta mampu memberikan gambaran utuh terhadap capaian dan potensi yang dimiliki Prodi S1 Farmasi.

UM Kuningan juga menegaskan komitmennya untuk terbuka terhadap berbagai masukan dan rekomendasi dari tim asesor sebagai bagian dari penguatan budaya mutu berkelanjutan. (OM)