KUNINGAN ONLINE – Upaya dalam mewujudkan Kuningan sebagai Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berkomitmen untuk berjalan beriringan.
Kedua instansi ini bersinergi dalam Tim Akselerasi Program Kuningan menuju Kabupaten Pendidikan, yang bertekad meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Tim Akselerasi menggelar Sosialisasi Akselerasi di Aula MTsN 3 Kuningan, Kamis (15/8/2024). Hadir berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kepala Madrasah Negeri, Pokjawas Madrasah dan PAI, IGRA, KKM MI, KKM MTs, KKM MA, PGM, serta perwakilan dari Lingkup Pesantren, Lembaga Quran, FKG, MGMP, FK KBIHU dan lembaga lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, U Kusmana, yang juga merupakan Ketua Tim Akselerasi, menekankan pentingnya sinergi ini.
“Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Agama Kabupaten Kuningan dalam Tim Akselerasi ini adalah sebuah langkah krusial dalam upaya kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kuningan. Kami berkomitmen untuk bekerja bersama dalam mencapai tujuan besar ini,” jelasnya.
Ia melanjutkan, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pendidikan di Kuningan tidak hanya berkembang secara kuantitatif, tetapi juga secara kualitatif.
“Sehingga Kuningan bisa menjadi pusat percontohan dalam implementasi pendidikan yang baik bagi kabupaten dan kota lainnya,” ungkap UU sapaannya.
Menurutnya, kolaborasi ini adalah kunci untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, dimana seluruh anak di Kuningan dapat meraih potensi maksimal.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Handiman Romdony, menyambut baik keterlibatan Kemenag dalam Tim Akselerasi ini.
“Kami sangat menyambut baik dan merasa terhormat bahwa Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan menjadi bagian dari Tim Akselerasi Program Kuningan menuju Kabupaten Pendidikan,” ujarnya.
Ia menerangkan, kegiatan ini sebuah langkah strategis yang tidak hanya menyatukan visi antara Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan, tetapi juga menghilangkan sekat-sekat yang selama ini mungkin ada.
“Dengan adanya gerakan ini, tidak ada lagi dikotomi antara kedua instansi, karena kita memiliki tujuan yang sama, yaitu mencerdaskan anak bangsa. Melalui kolaborasi ini, saya yakin kita bisa membawa perubahan yang signifikan bagi pendidikan di Kabupaten Kuningan,” terang Kemenag H. Ahmad.
Dalam implementasinya, Kemenag mengerahkan seluruh stakeholdernya dalam mensukseskan program ini. Tidak hanya melibatkan satuan kerja di bidang pendidikan seperti madrasah dan pondok pesantren, tetapi juga merambah di bidang lainnya.
“Diantaranya Bidang Bimbingan Masyarakat Islam pada aspek Pendidikan Majelis Taklim dan Pendidikan Keluarga Sakinah, serta Bidang Haji pada aspek Pendidikan Manasik Haji dan Umrah,” paparnya.
Sementara itu, Penjabat (PJ) Bupati Kuningan, H. Raden Iip Hidajat secara resmi membuka kegiatan sosialisasi ini, menandai dimulainya langkah konkret menuju realisasi Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan.
Ia yakin bahwa hal ini akan membawa dampak positif dan menjadi daya saing.
“Saya yakin, langkah ini tidak hanya akan membawa perubahan positif bagi perkembangan pendidikan di Kuningan, tetapi juga akan menjadi inspirasi bagi kabupaten dan kota lainnya di Indonesia. Mari kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus kita melalui pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing,” pungkasnya. (OM)





