KUNINGAN ONLINE – Sebanyak 68 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kuningan hingga kini masih terkendala ketersediaan lahan untuk pembangunan kantor maupun fasilitas pendukung.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Toni Kusumanto menyiapkan sejumlah strategi agar program strategis nasional tersebut tetap berjalan.
Toni Kusumanto yang didampingi Kepala Bidang Koperasi Tri Guna Handiki mengatakan, dari total 376 desa dan kelurahan yang menjadi target pembentukan KDMP, seluruhnya telah memiliki badan hukum. Namun, masih ada puluhan titik yang belum memiliki lahan pembangunan.
“Yang belum memiliki lahan ada 68, tersebar di beberapa kecamatan seperti Kuningan, Darma, Kadugede, dan lainnya,” ujar Toni.
Menurutnya, pemerintah desa didorong menempuh tiga strategi untuk mengatasi persoalan tersebut. Pertama melalui tukar guling lahan, kedua pembelian lahan apabila tersedia anggaran, dan ketiga memanfaatkan potensi lahan yang beririsan dengan kawasan hutan maupun Perhutani melalui kolaborasi lintas pihak.
“Karena ini program strategis nasional, tentu ada dukungan dan instruksi khusus agar program ini bisa berjalan,” katanya.
Toni menjelaskan, dari 376 KDMP yang telah berbadan hukum, sebanyak 36 titik pembangunan sudah selesai 100 persen. Sisanya masih dalam tahap pembangunan maupun persiapan lahan.
Beberapa kelurahan yang kini sedang melakukan proses pembangunan di antaranya Kelurahan Kuningan, Cigadung, dan Awirarangan.
Selain pembangunan fisik, lanjut Toni, pihaknya juga fokus pada keberlanjutan usaha koperasi. Saat ini, sebanyak 141 KDMP telah mulai menjalankan aktivitas usaha dengan pendampingan Business Assistant (BA) dari Kementerian Koperasi.
“Kami melakukan pemetaan potensi desa dan menentukan core business yang sesuai. Jadi tidak semua koperasi harus sama, disesuaikan dengan kondisi lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat tujuh core business yang diarahkan untuk dijalankan koperasi, mulai dari bidang kesehatan, pertanian, simpan pinjam, perdagangan hingga distribusi kebutuhan pokok dan gas.
“Kami ingin semua maju bersama, baik koperasi, BUMDes maupun pelaku ekonomi desa lainnya. Jangan sampai ada pihak yang merasa tersaingi,” katanya.
Untuk mendukung operasional, saat ini baru lima KDMP yang menerima bantuan kendaraan operasional berupa truk dan motor roda tiga. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk motivasi dan pemberdayaan koperasi yang sudah mulai bergerak menjalankan usaha.
“Kalau usahanya bergerak, otomatis keberlanjutan KDMP juga akan berjalan,” ucapnya.
Di sisi lain, Toni memastikan ketersediaan sembako menjelang Hari Raya Iduladha masih aman. Berdasarkan hasil pemantauan Diskopdagperin, harga kebutuhan pokok di pasaran masih relatif stabil dan belum menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Pantauan harga masih rasional dan stok sembako aman,” pungkasnya. (OM)









