200 Peserta Ikuti Pelatihan SLHS Batch ke-8, Pemkab Kuningan Mantapkan Standar Keamanan MBG

Kesehatan, Sosial987 views

KUNINGAN ONLINE — Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat langkah konkret dalam memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan aman, higienis, dan berkualitas.

Melalui kegiatan Pelatihan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi tenaga pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemerintah berupaya menjamin bahwa setiap sajian untuk anak-anak sekolah diolah dengan standar kebersihan dan keamanan pangan yang tinggi.

Iklan

Pelatihan yang berlangsung di Gedung PGRI Ciawigebang ini diikuti oleh 200 peserta dari batch ke-8, yang berasal dari berbagai yayasan penyelenggara SPPG, antara lain Darul Hayat Ciputat, Nurul Huda Ciputat, Linggajaya Ciwaru, Sumberjaya Ciwaru, Wanasaraya Kalimanggis, Baitul Izzah Pagundan, Atmaza, dan Pelita Jiwa Mandiri Sidaraja.

Hingga kini, total peserta pelatihan di seluruh Kabupaten Kuningan telah mencapai 756 orang, sebuah capaian signifikan dalam memperkuat tata kelola pangan sehat dan aman di tingkat lokal.

Iklan

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025, tentang percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi bagi satuan penyelenggara MBG di seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan sekaligus Ketua Satgas MBG, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa keamanan pangan bukan sekadar urusan teknis dapur, tetapi juga tanggung jawab moral terhadap masa depan anak-anak Kuningan.

“Kita tidak sedang sekadar memasak, kita sedang membentuk masa depan. Setiap sendok makanan yang kita sajikan membawa harapan agar anak-anak Kuningan tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia,” ujarnya penuh semangat.

Wahyu juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prinsip higienitas dalam seluruh proses penyediaan makanan.

“Keamanan pangan adalah fondasi dari gizi yang bermakna. Kalau dapur tidak bersih, sehebat apa pun nilai gizinya akan kehilangan makna. Karena dari tangan yang bersih dan hati yang tulus, lahir hidangan yang membawa keberkahan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi bagian dari perubahan budaya kerja menuju pelayanan publik yang lebih profesional dan berintegritas.

“Saya ingin peserta pelatihan hari ini menjadi teladan di lingkungannya masing-masing — menjaga kebersihan, menegakkan disiplin, dan menanamkan rasa tanggung jawab dalam setiap pekerjaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat Satgas MBG yang terus menggerakkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program prioritas nasional tersebut.

Dalam pesannya yang dibacakan oleh Pj Sekda, Bupati menegaskan bahwa MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi, tetapi juga tentang pemerataan kesejahteraan dan nilai kemanusiaan.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah bentuk kasih sayang negara kepada rakyatnya. Ia hadir untuk memastikan tidak ada lagi anak yang datang ke sekolah dengan perut kosong, dan tidak ada lagi generasi yang kehilangan kesempatan hanya karena kekurangan gizi,” ungkap Bupati Dian.

Bupati juga menegaskan bahwa semangat MBG sejalan dengan visi daerah “Kuningan MELESAT – Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh,” yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

“Setiap dapur yang bersih, setiap juru masak yang bekerja dengan hati, dan setiap anak yang tersenyum kenyang — itulah wujud nyata dari Kuningan yang melesat. Pemerintah hadir, bekerja, dan memastikan program ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Kuningan dan menjadi bagian penting dari tahapan percepatan sertifikasi laik higiene bagi seluruh SPPG di Kabupaten Kuningan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan teknis, tetapi juga ruang pembelajaran sosial tentang arti pelayanan publik yang berintegritas.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus hadir, mengawal, dan memastikan setiap kebijakan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Dari dapur yang bersih dan hati yang tulus, akan lahir generasi masa depan yang sehat, kuat, dan membanggakan. (OM)