Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Ajak Warga Pakai BPJS, Mudahkan Pelayanan Kesehatan

Informasi, Kesehatan2,578 views

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah pusat memiliki program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan melalui Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) dengan memberikan kemudahan pelayanan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Nihayatul Wafiroh dalam kegiatan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bersama BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, di Gedung IPHI Kabupaten Kuningan, Rabu (20/10).

Iklan

“Kegiatan ini sebagai mitra di Komisi IX BPJS kesehatan dalam mensosialisasikan tentang JKN, tentang BPJS kesehatan bagimana pentingnya BPJS kesehatan yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Ninik sapaan akrabnya.

Sebenarnya dilaksanakannya sosialisasi BPJS Kesehatan, Ninik menjelaskan, karena masih banyak orang salah paham tentang BPJS Kesehatan, salah satunya komplen BPJS Kesehatan yang tidak memberikan penanganan yang cepat dan sebagainya.

Iklan

“Padahal sebenarnya itu adalah ketidakpahaman masyarakat. Dalam sosialisasi ini, kita hanya sekedar mengajak masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan karena dalam kondisi seperti ini, biaya kesehatan tidak murah dan kondisi kesehatan kita harus tetap dijaga,” jelasnya didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, Nopi Hidayat.

Menurutnya, dengan BPJS kesehatan. Orang hanya punya uang tiap bulan Rp. 42.000 saja itu bisa berobat, bisa cuci darah seminggu dua kali dan sebagainya.

“Jadi, memiliki BPJS Kesehatan itu, artinya sangat penting dan memberikan penyadaran kepada masyarakat, bahwa iuran BPJS Kesehatan tak hanya dibayar saat sakit saja. Tetapi harus dibayar setiap bulannya,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan, secara nasional APBN sudah membiayai sekitar 98,7 juta rakyat Indonesia dalam pelayanan kesehatan yang dibiayai APBN. Selain dibiayai APBN, ada juga yang dibiayai APBD.

Selain itu, lanjut Ninik, sekitar 19 juta warga Indonesia yang melakukan pembayaran secara mandiri.

“Sekitar 50 persen rakyat Indonesia sudah masuk kepesertaan BPJS Kesehatan dan sebagian besar masih dibayar oleh negara dalam pelayanan kesehatannya,” ujarnya.

Sementara, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, Nopi Hidayat menyampaikan jumlah masyarakat yang telah mendaftar sebagai peserta JKN-KIS di wilayah BPJS kesehatan Cirebon telah mencapai sekitar 4.881.819 jiwa.

“Banyaknya jumlah peserta tersebut, tentunya harus dapat diimbangi dengan jumlah fasilitas kesehatan yang telah bekerja dengan BPJS kesehatan Cabang Cirebon,” ujar Nopi.

Nopi berharap, melalui kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mensukseskan program Pemerintah melalui JKN. Khususnya, untuk mengajak kaum milenial membuat kartu JKN.

“Ya, mudah-mudahan banyak kaum milenial yang sadar akan pentingnya program JKN ini. Selain kita menjaga kesehatan juga, kita bergotongroyong mensukseskan program ini,” harapannya.

Ditempat yang sama, Anggota DPR RI Dapil Jabar X, Yanuar Prihatin mengungkapkan ini bagian dari niat baik semua untuk kepentingan masyarakat agar sehat dan kuat.

“Dengan kesehatan yang bagus apapun akan jauh lebih ringan dan mudah. Cuman kesadaran untuk makin sehat itu harus disosialisasikan bersama,” pungkasnya. (OM)