KUNINGAN ONLINE – Penyelenggaraan pembangunan pada tahun 2023 harus lebih terarah, terukur, dan akuntabel, serta dapat menjawab isu-isu strategis dan permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah secara tepat dan strategis.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kuningan, M Ridho Suganda dalam kegiatan Kick Off Meeting Perencanaan Pembangunan Tahun 2023, dengan tema “Mencapai Daerah Yang Maju dan Unggul”, di Ballroom Hotel Horison Tirta Sanita, Desa Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, Selasa (21/12).
“Untuk itu dibutuhkan sinergitas, kolaborasi, diskusi, serta proses panjang lainnya yang harus dilalui, termasuk agenda pada hari ini yaitu Kick Off Meeting Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023,” ujar Edo sapaan akrabnya.
Kegiatan Kick Off Meeting, Edo menjelaskan sebagai bahan acuan pelaksanaan Musrenbang, sebagaimana Permendagri Nomor 85 Tahun 2017 tentang tata cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
Lebih lanjut, kata Edo, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD.
“Untuk itulah dilaksanakan Kick Off Meeting Perencanaan 2023, sebagai penanda telah dimulainya persiapan perencanaan 2023,” jelasnya.
Nantinya Kick Off Meeting, Edo menerangkan akan dilanjutkan dengan kegiatan Bimtek Aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) untuk operator di perangkat daerah, konsultasi publik, Musrenbang Kecamatan, sampai akhirnya tiba di Musrenbang Kabupaten yang akan dilaksanakn pada Maret 2023.
Selain itu, Edo mengatakan, perencanaan pada tahun ini memiliki makna yang sangat penting, karena merupakan penjabaran tahun ke-5 atau tahun terakhir dari RPJMD Kabupaten Kuningan periode 2019-2023.
“Untuk itu, saya mengajak seluruh jajaran dilingkup Pemkab Kuningan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Kuningan dengan berbagai inovasi dalam mewujudkan Visi Kuningan MAJU,” kata Edo seraya mengajak.
Ia juga menuturkan, melalui perwujudan kemandirian melalui bidang ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, daerah yang berdaya saing, dan pelayanan publik yang profesional berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) , serta penyelenggaraan tata pemerintahan daerah yang baik (Good Local Governance).
“Berkaitan dengan kondisi saat ini dan perkiraan tahun 2023, marilah kita membuka dan mencermati beberapa isu strategis dan permasalahan yang masih menjadi kendala dan tantangan di kabupaten kita ini. Hal tersebut dapat dijadikan dasar dalam penentuan program dan kegiatan,” pungkasnya. (OM)









