Wabup Tuti dan Rumah Sadulur Sampaikan Isu TPA hingga Eceng Gondok kepada Menteri LH

Sosial136 views

KUNINGAN ONLINE – Rumah Sadulur Kuningan bersama Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan melakukan audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Bandung, Sabtu (11/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di Kabupaten Kuningan.

Iklan

Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, mengatakan sejumlah persoalan lingkungan menjadi fokus pembahasan dalam audiensi tersebut. Salah satunya adalah usulan dukungan fasilitas dan peralatan bagi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kabupaten Kuningan guna meningkatkan kapasitas serta kualitas pengelolaan sampah.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyampaikan persoalan penyebaran eceng gondok di Waduk Darma yang memerlukan penanganan terpadu agar tidak mengganggu fungsi waduk, keseimbangan ekosistem, maupun aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Iklan

“Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya usulan dukungan fasilitas dan peralatan pendukung bagi TPA Kabupaten Kuningan serta penanganan eceng gondok di Waduk Darma,” ujar Tuti.

Sementara itu, Ketua Rumah Sadulur Kuningan, Arief Amarudin, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendorong tata kelola sampah berbasis desa melalui penguatan peran masyarakat.

Menurutnya, pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), bank sampah, edukasi lingkungan, hingga penerapan konsep ekonomi sirkular menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kami ingin terus menjadi mitra kolaboratif dalam membangun gerakan lingkungan yang partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama, kami berharap Kabupaten Kuningan menjadi daerah yang semakin bersih, hijau, dan tangguh menghadapi tantangan lingkungan di masa depan,” kata Arief.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup mengapresiasi berbagai inisiatif yang telah dikembangkan di Kabupaten Kuningan, khususnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam pengurangan sampah dari sumber.

Menteri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Audiensi tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi multipihak yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah, pelestarian sumber daya alam, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Kuningan.

Turut hadir dalam audiensi tersebut aktivis lingkungan Alamku Ismah Winartono, jajaran Kepala Bidang DLH Kabupaten Kuningan, Kepala Desa Geresik, Lengkong, Cieurih, dan Cikondang, serta sejumlah kepala daerah lainnya. (OM)