KUNINGAN ONLINE – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa para kepala sekolah yang baru menerima Surat Keputusan (SK) penugasan harus mampu menghadirkan perubahan nyata di sekolah yang dipimpinnya. Ia bahkan mengingatkan bahwa kepala sekolah yang tidak menunjukkan kemajuan maupun terobosan dalam kurun waktu enam bulan akan dievaluasi.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin apel pagi yang dirangkaikan dengan penyerahan SK Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Senin (15/6/2026), di halaman Setda Kabupaten Kuningan.
Dalam kesempatan itu, sebanyak 94 guru menerima penugasan sebagai Kepala Sekolah Dasar (SD) dan 8 guru menerima penugasan sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) berdasarkan Keputusan Bupati Kuningan Nomor 855 Tahun 2026 tentang Penugasan dan Alih Tugas Guru sebagai Kepala Sekolah.
Di hadapan para kepala sekolah yang baru dilantik, Bupati menekankan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah strategis yang menentukan kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda.
“Bapak dan Ibu bukan hanya pengelola administratif, tetapi juga motivator, inovator, dan figur teladan. Semua harus berada di atas rata-rata dalam kedisiplinan, kreativitas, inovasi, maupun pemahaman terhadap dunia pendidikan,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan para kepala sekolah yang ditempatkan di sekolah unggulan agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, mempertahankan prestasi jauh lebih sulit dibanding meraihnya sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan inovasi yang berkelanjutan.
“Kalau dalam enam bulan tidak ada kemajuan atau terobosan, tentu akan kita evaluasi. Saya menaruh harapan besar karena Bapak dan Ibu menempati jabatan yang sangat strategis,” ujarnya.
Selain menyoroti aspek manajerial dan mutu pendidikan, Bupati Dian juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi fisik sekolah. Ia meminta para kepala sekolah memastikan lingkungan sekolah bersih, nyaman, dan terawat dengan baik.
“Saya tidak mau melihat WC rusak, kaca kusam, rumput tinggi, pintu rusak bertahun-tahun, atau genteng melorot. Jangan bicara mutu pendidikan jika hal-hal mendasar seperti itu masih diabaikan,” tegasnya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan fasilitas sekolah terbengkalai. Kepala sekolah harus mampu membangun kreativitas dan kolaborasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung proses pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyinggung sejumlah agenda pembangunan daerah, mulai dari penguatan kerja sama kawasan perbatasan melalui program Kunci Bersama, percepatan pembangunan infrastruktur jalan, hingga penertiban kendaraan bertonase berlebih yang berpotensi merusak jalan kabupaten.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mengabaikan aturan dan merugikan masyarakat.
“Jangan sampai hanya karena segelintir orang ingin menumpuk kekayaan, masyarakat luas dirugikan karena jalan rusak. Kalau ada yang bandel, saya akan cabut izinnya,” tegas Bupati.
Mengakhiri arahannya, Bupati mengucapkan selamat kepada seluruh kepala sekolah yang menerima amanah baru. Ia berharap para pemimpin sekolah tersebut mampu menunjukkan integritas, dedikasi, dan kepemimpinan yang dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kuningan.
“Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Jadilah pemimpin yang mampu membawa sekolah semakin maju dan memberikan manfaat besar bagi masa depan generasi Kuningan,” pungkasnya. (OM)





