KUNINGAN ONLINE – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi dan semangat tinggi seluruh akademika SMK Karya Nasional dalam ajang National Show Case Astra SMK Bisa.
Menurutnya, acara ini menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.
“Melalui ajang ini, siswa SMK dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas mereka dalam berbagai bidang keahlian. Selain itu, ini juga menjadi wadah bagi industri untuk mencari talenta muda yang berkualitas. Terpilihnya SMK Karya Nasional dalam ajang nasional ini menunjukkan bahwa sekolah ini telah mengedepankan proses pembelajaran yang selaras dengan industri,” ujar Tuti dalam acara yang berlangsung pada, Selasa (25/2/2025).

Wakil Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Ia berharap program ini dapat mencetak generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang siap bersaing di pasar kerja.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Tuti juga menyampaikan pesan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan, yang mengimbau agar siswa SMK menjauhi narkoba serta aktif dalam kegiatan positif dan keagamaan.

Menurut Dr. Yepri Esa Trijaka, Kepala SMK Karya Nasional, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Penjamin Mutu, Yayan Sunarya, perjalanan menuju National Show Case Astra SMK Bisa tidaklah mudah.
Yayan menjelaskan, dari 2.000 SMK di seluruh Indonesia yang mengikuti seleksi, hanya 50 sekolah yang terpilih. Dari jumlah itu, 6 finalis diseleksi kembali, hingga akhirnya hanya dua sekolah yang dipilih, yaitu SMK Karya Nasional Kuningan dan SMK Dampit Malang.
“Ajang ini menilai bagaimana sekolah menerapkan budaya industri dalam proses pembelajarannya. SMK Karya Nasional bekerja sama dengan Astra Group, termasuk Honda Motor dan Daihatsu Motor, dalam menyelaraskan kurikulum, program magang, serta budaya kerja industri,” jelas Yayan.

Program ini memungkinkan siswa mendapatkan pelatihan langsung dari dunia industri, termasuk magang guru dan siswa, bantuan peralatan, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja. Penilaian dari Astra memastikan bahwa sekolah yang dipilih benar-benar menerapkan budaya industri dalam sistem pembelajarannya.
Selain menyalurkan lulusan ke berbagai industri dalam negeri, SMK Karya Nasional juga memiliki komitmen untuk mengirimkan lulusan ke luar negeri. Sekolah telah bekerja sama dengan berbagai LPK dan industri global, sehingga para siswa memiliki peluang kerja di perusahaan internasional.
“Tahun lalu, sekitar 200 alumni telah bekerja di luar negeri. Tahun ini, 50 siswa kelas 12 sudah mendapatkan kepastian kerja sebelum lulus. Mereka diterima di berbagai sektor, seperti kapal pesiar, perhotelan di Turki, Timur Tengah, Arab Saudi, Jepang, dan Taiwan,” ungkap Yayan.
Proses seleksi ketat diterapkan untuk memastikan hanya siswa yang memenuhi standar industri yang dikirim ke luar negeri. Para siswa dibekali dengan pelatihan budaya kerja, keterampilan teknis, serta bahasa asing agar siap menghadapi tantangan global.
Dalam acara ini, hadir pula perwakilan dari Astra Internasional, Herlambang Laksono Firdaus (Sosial Stratejik Management Astra), serta perwakilan dari Daihatsu Motor dan Astra Honda Motor. Mereka mengapresiasi dedikasi SMK Karya Nasional dalam menerapkan budaya industri dan berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan vokasi di Indonesia.
Acara National Show Case Astra SMK Bisa diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Kabupaten Kuningan dan menjadi inspirasi bagi SMK lain di Indonesia untuk terus berinovasi dalam pembelajaran berbasis industri. (OM)





