Viral di Media Sosial, Pernikahan Kiai di Kuningan Dihadiri Istri Pertama dan Istri Kedua di Pelaminan

Sosial238 views

KUNINGAN ONLINE – Jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan prosesi pernikahan seorang kiai di Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Video tersebut menarik perhatian publik karena menampilkan dua perempuan yang mendampingi mempelai pria di pelaminan.

Dalam video yang beredar luas, kedua perempuan tampil dengan riasan pengantin Sunda dan tampak mendampingi sang kiai dalam suasana penuh kebahagiaan. Unggahan tersebut disertai keterangan bahwa istri pertama memberikan “hadiah” berupa istri baru kepada suaminya yang tengah berulang tahun.

Iklan

Setelah ditelusuri, pernikahan tersebut merupakan pernikahan kedua pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Ummah, Desa Gandasoli, yakni Kiai Dede Nadif Ar Rasyid (40), dengan seorang perempuan bernama Syifa Sri Wahyuni (20).

Informasi tersebut dibenarkan oleh pengurus pondok pesantren, Solehudin. Ia menjelaskan bahwa perempuan yang turut mendampingi di pelaminan adalah Ida (34), istri pertama Kiai Dede.

Iklan

“Betul, pernikahannya dilaksanakan pada 6 Juni 2026. Yang menikah adalah Kiai Dede Nadif Ar Rasyid dengan Syifa Sri Wahyuni sebagai istri kedua. Sedangkan yang mendampingi di pelaminan adalah Ida, istri pertamanya,” ujar Solehudin, Minggu (7/6/2026).

Menurut Solehudin, rencana pernikahan tersebut telah dipersiapkan sejak sekitar tiga tahun lalu. Bahkan, ide untuk mencarikan pendamping kedua bagi suaminya berasal dari sang istri pertama.

“Awalnya ditanggapi biasa saja oleh suaminya. Namun istri pertama memang sudah lama berkeinginan memberikan kejutan dengan mencarikan istri kedua. Ketika usia sang kiai menginjak 40 tahun, akhirnya dipertemukan dengan calon istri kedua,” katanya.

Dalam video lain yang juga beredar di media sosial, Ida menyampaikan secara langsung bahwa dirinya memberikan izin kepada suaminya untuk menikah lagi. Ia menyebut pernikahan tersebut sebagai bentuk rasa syukur sekaligus hadiah ulang tahun bagi sang suami yang lahir pada bulan Juni.

Selain itu, tanggal pernikahan yang berlangsung pada 6 Juni 2026 juga dianggap istimewa karena bertepatan dengan peringatan 16 tahun pernikahan mereka.

Solehudin menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan dalam pernikahan tersebut. Baik istri pertama maupun istri kedua disebut telah memberikan persetujuan secara sukarela.

“Pihak istri pertama yang menyampaikan izin dan memang sudah sangat ikhlas. Dari pernikahan pertama, mereka juga sudah dikaruniai enam orang anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, Syifa Sri Wahyuni merupakan alumni sekaligus mantan santri di Pondok Pesantren Raudhatul Ummah. Menurutnya, pilihan tersebut dinilai lebih memudahkan dalam menyamakan visi dan misi pendidikan serta dakwah di lingkungan pesantren.

“Tujuan utamanya untuk membantu dakwah dan pengelolaan pesantren. Santri semakin banyak, sehingga diharapkan bisa bersama-sama mengurus pondok, santri, dan umat. Karena sama-sama berasal dari lingkungan pesantren, visi dan pemahamannya dianggap sudah sejalan,” jelasnya.

Video pernikahan tersebut hingga kini masih menjadi perbincangan warganet dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. (OM)