KUNINGAN ONLINE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Dibawah kepimpinan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, H. Beni Prihayatno, berbagai program prioritas telah dilakukan, termasuk inspeksi teknis (ramcek), rekayasa lalu lintas, penataan parkir, dan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Inspeksi kendaraan (ramcek) menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kelayakan jalan kendaraan yang melintas di Kabupaten Kuningan,” kata Kadishub Beni didampingi Beni Prihayatno didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Perparkiran, Dishub Kabupaten Kuningan, M Khadafi Mufti, Kasi Perparkiran Herdiana, dan Kasi Manajemen Lalu Lintas dan Rekayasa Lalu Lintas Deden Ariyo Sutan, Selasa (31/12/2024).
Beni menerangkan, kegiatan Ini melibatkan berbagai pihak, termasuk kepolisian, Polisi Militer (Kodim), dan Dinas Kesehatan. Ramcek dilakukan di sejumlah titik, seperti Terminal Tipe A Kertawangunan, objek-objek wisata, serta lokasi-lokasi strategis lainnya.
“Ramcek ini bertujuan mencegah kecelakaan akibat kerusakan teknis kendaraan atau kelalaian pengemudi. Kami juga fokus pada pemeriksaan teknis kendaraan di jalur wisata yang memiliki geometris jalan menanjak atau menurun,” ujar Beni.
Disebutkan Beni, Dinas Perhubungan dalam kegiatan Nataru ini bekerjasama dengan Polres, Kodim dan Satpol PP Kuningan untuk melakukan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi peningkatan arus kendaraan.
Menurutnya, upaya ini melibatkan pengalihan arus lalu lintas ke jalur alternatif, terutama di jalur yang mengarah ke daerah wisata seperti Palutungan dan Sagok.
“Dishub juga memperhatikan aspek keselamatan, seperti penataan rambu lalu lintas dan pembatasan akses pada jalur sempit untuk mencegah kemacetan,” tuturnya.
Beni menjelaskan, Dishub memperketat pengawasan terhadap parkir liar yang kerap menimbulkan kemacetan. Penataan dilakukan di area strategis, termasuk jalan utama seperti Jalan Siliwangi.
Selian itu, Dishub juga berkolaborasi dengan pihak Polres untuk memastikan kelancaran lalu lintas di area wisata.
“Kami terus mendorong pengelolaan parkir yang tertib dan sesuai regulasi, termasuk memberikan izin kepada pemilik lahan pribadi yang ingin memanfaatkan lahan mereka untuk parkir. Kami pastikan ada retribusi yang jelas dan transparan untuk pemerintah daerah,” jelas Beni.
Pada tahun 2024, Beni memaparkan, Dishub berfokus pada perbaikan dan pemeliharaan PJU di Kabupaten Kuningan. Saat ini, terdapat lebih dari 22.000 titik PJU yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk jalan desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi. Namun, tantangan terbesar adalah keterbatasan anggaran pemeliharaan.
“Kami sedang mengupayakan alokasi anggaran yang lebih memadai untuk pemeliharaan PJU, sesuai dengan regulasi pajak dan retribusi yang berlaku. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk memastikan adanya payung hukum yang jelas,” paparnya.
Selain itu, Dishub menghadapi kendala teknis, seperti kerusakan akibat cuaca atau gangguan dari oknum tertentu. Untuk mengatasi hal ini, pihaknya telah bekerja sama dengan desa dan kecamatan dalam pemangkasan pohon yang menghalangi PJU, serta edukasi kepada masyarakat untuk menjaga infrastruktur bersama.
Melalui berbagai langkah yang telah dilakukan, Dishub Kabupaten Kuningan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan transportasi dan infrastruktur.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi, baik dalam penataan parkir, pemeliharaan PJU, maupun pengelolaan lalu lintas. Bersama-sama, kita bisa menciptakan Kuningan yang lebih tertib, aman, dan nyaman,” tutup H. Beni Prihayatno.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Kabupaten Kuningan dapat terus menjadi destinasi wisata yang ramah dan aman bagi wisatawan, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat lokal. (OM)





