UNIKU Dorong Inovasi Desa Melalui Penerapan Bioflok 4.0 Berbasis IoT di Geresik

Pendidikan, Sosial430 views

KUNINGAN ONLINE – Universitas Kuningan (UNIKU) terus berkomitmen mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat desa berbasis teknologi. Melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didukung pendanaan DPPM Kemdiktisaintek RI Tahun 2025, tim dosen UNIKU menerapkan teknologi Bioflok 4.0 berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Geresik, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung sejak Juni hingga Desember 2025, melibatkan dosen dan mahasiswa UNIKU serta diikuti oleh 30 anggota Karang Taruna Desa Geresik. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas budidaya ikan, tetapi juga pada pengelolaan limbah bioflok agar memiliki nilai tambah ekonomi dan ramah lingkungan.

Iklan

Tim PKM UNIKU diketuai oleh Iwan Lesmana, M.Kom, dengan anggota dosen Heri Herwanto dan Jerry Dounald Rahajaan. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yakni Ade Wahyu Warpudin, Iksandra Faika Jayang, Haikal Jibran Al-Ghiffarry, dan Muhammad Haqil Abdillah.

Ketua Tim PKM, Iwan Lesmana, M.Kom, menjelaskan bahwa penerapan Bioflok 4.0 berbasis IoT merupakan solusi inovatif untuk menjawab tantangan efisiensi dan keberlanjutan dalam budidaya ikan. Melalui teknologi ini, peserta dilatih memantau kondisi kolam secara real time, meliputi suhu air, tingkat pH, dan kadar oksigen terlarut menggunakan sensor yang terhubung dengan aplikasi di ponsel pintar.

Iklan

“Dengan sistem pemantauan berbasis IoT, kualitas air kolam dapat terjaga secara optimal. Hal ini berdampak langsung pada kesehatan ikan dan peningkatan produktivitas hasil budidaya,” ujar Iwan kepada KuninganOnline.com, Jumat (19/12/2025).

Selain penerapan teknologi budidaya, tim PKM UNIKU juga memberikan pelatihan pengolahan limbah bioflok menjadi pupuk cair organik. Limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan diolah menggunakan campuran EM4 dan molase, kemudian difermentasi selama 14 hari hingga menghasilkan pupuk cair yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Pupuk cair organik ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian desa, sehingga mendukung konsep pertanian dan perikanan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan lokal.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para anggota Karang Taruna tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga wawasan kewirausahaan berbasis inovasi dan pengelolaan sumber daya lokal.

Kepala Desa Geresik menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNIKU dalam mendampingi dan meningkatkan kapasitas pemuda desa. Menurutnya, program ini membuka peluang usaha baru serta mendorong transformasi pemuda desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Mengusung tema “Karang Taruna Tangguh: Transformasi Pemuda Desa melalui Bioflok 4.0, Pupuk dari Limbah, dan Olahan Lele Kreatif”, kegiatan PKM UNIKU ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal dan menjadi model pemberdayaan masyarakat desa berbasis teknologi digital yang dapat direplikasi di wilayah lain. (OM)