Tiga Tahun RK-UU Menjabat, Dulur RK Kuningan Sebut Cacat Kepercayaan

KUNINGAN ONLINE – Selama menjabat kurang lebih 3 tahun kepemimpinan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dinilai Cacat Kepercayaan oleh relawan di Kabupaten Kuningan.

Iklan

Hal itu juga sekaligus menyinggung Sosial Media (Sosmed) yakni di Instagram Ridwan Kamil yang meminta saran pendapat warga Jabar dengan iming-iming hadiah pulsa.

Iklan

Menurut Ketua Relawan RK-UU yang bernama Dulur RK-UU, Asep Papay, bahwa 3 tahun masa jabatan bukanlah waktu yang sebentar.

“Karena dalam persepsi politik waktu tersebut sudah masuk dalam hitungan penyelesaian kesejahteraan Jawa Barat dengan paket janji politik saat kampanye,” tutur Papay sapaan akrabnya, Rabu (8/9).

Iklan

Ia menegaskan, dari Kuningan Jabar yang ikut menyatakan sikap atas 3 tahun pemerintahan RK-UU. Menurutnya, sebagai relawan yang ikut berproses dalam pemenangan dan menjadi penyambung lidah janji politik RK-UU kepada warga.

“Kami memiliki beban moral tersendiri karena apa yang di harapkan tidak sesuai kenyataannya,” tegasnya.

Beberapa point program yang di kritisi Relawan Dulur RK-UU, Papay menyampaikan pertama terkait dengan Jabar Quick Respon (JQR) hanya berpusat pada lingkaran Bandung Raya, tidak sesuai slogannya, prosedur yang malah terkesan slow respon.

“Kedua, Patriot desa, dengan honorium yang fantastis tapi kinerjanya hanya berbasis data penggugur kewajiban tanpa dampak sama sekali di desa dan tidak mendongkrak ekonomi desa,” ujarnya.

Ketiga, Papay menjelaskan, Petani milenial terkesan hanya polesan publik saja, dibanding dengan pengadaan petani milenial lebih baik untuk petani yang sudah ada di fokuskan ke harga-harga bibit.

“Kemudian, pupuk supaya stabil dan Program ini tidak menyentuh ke dasar permasalahan pertanian kita, mengapa anak-anak muda enggan bertani?,” jelasnya.

Papay mempertanyakan, karena hasil pertanian tidak bernilai ekonomis dibanding bidang lain, Mengapa bisa begitu?.

“Pola pertanian yang tidak berkelanjutan, sehingga hasilnya tidak maksimal. Benih berkualitas yang sulit didapat, akses pasar yg terbatas bagi petani,” tanya Papay.

Masih kata Papay, untuk pendampingan penerapan teknologi serta operasional pertanian yang tidak didorong menjadi efisien. Maka, kepemimpinan RK-UU diharapkan sesuai janji-janji politiknya seperti Jalan Mulus (JAMU), Sembako Murah (SEMUR), Lapangan Kerja (LAJA).

“Tapi 3 tahun ini sama sekali belum berdampak keseluruh Jawa Barat. Ada beban moral relawan pemenangan di tengah masyarakat ketika ditanya tentang kinerja RK-UU yang terkesan polesan kamera dan susunan kata-kata saja,” ujarnya.

“Semua point itu kami himpun dari pendapat warga atas program tersebut, serta dimata kami para relawan RK-UU cacat kepercayaan,” pungkasnya. (OM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *