KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten Kuningan di bawah pimpinan Bupati, Acep Purnama dan Wakil Bupati, M. Ridho Suganda dengan visi Kuningan Maju (Makmur, Agamis, Pinunjul) Berbasis Desa Tahun 2023.
Bupati Kuningan Acep Purnama menyampaikan capaian kinerja selama tiga tahun semenjak dilantik 4 Desember 2018 oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
“Dengan segala keberhasilan prestasi maupun anugrah, tentu semua itu berkat dukungan masyarakat dan semua pihak untuk menuju Kuningan Maju,” ujar Acep dalam kegiatan Ngobrol Santai di Objek Wisata Woodland, Selasa (21/12).
Ia menerangkan perjalanan tiga tahun, mulai 2018 hingga 2021.
Seperti tahun 2018, mendapatkan 4 penghargaan, salah satunya Penghargaan sebagai Kabupaten yang melakukan pelayanan publik berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) Diberikan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia.
“Tahun 2019, meraih Penghargaan sebanyak 27, diantaranya Penghargaan meraih Predikat B Hasil Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( LAKIP) 2018. dan Anugerah Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA), kategori Tata Kelola Destinasi tahun 2019. Kepada Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, diberikan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya,” terangnya.
Tahun 2020, kata Acep, Penghargaan yang diraih, Penghargaan, PR Indoesia Awards (PRIA), di ajang kompetisi kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif se-Indonesia.
Lebih lanjut, penghargaan Anugerah Swastisaba, penilaian sebagai Kabupaten Sehat. Tahun 2021, Penghargaan dan prestasi yang diraih sebanyak 10, diantaranya Kuningan Raih WTP Tujuh Kali Berturut-Turut.
“Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Pratama Tingkat Nasional, Kuningan Masuk Tiga Besar Pertumbuhan Ekonomi Terbaik di Jabar, sebesar 0,09%,” ujarnya.
Di Penghujung tahun, Acep memaparkan menerima Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dengan predikat “Menuju Informatif’ atas penyediaan Informasi Publik.
“Dan Penghargaan Natamukti Award Tahun 2021, atas keberhasilan mendorong keberlangsungan pertumbuhan dan perkembangan UMKM,” paparnya.
Meski beberapa capaian dan penghargaan, Acep mengatakan bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 hingga 2021 ini warga kabupaten Kuningan sudah banyak yang meninggal sekitar 1.700 warga.
“Tentunya, pemerintah daerah terus berupaya dan melakukan penanganan untuk memutus penyebaran Covid-19. Selain itu juga saat ini pemkab terus melakukan pembinaan dalam rangka pemulihan ekonomi melalui UMKM dan pengembangan pada sektor pariwisata,” kata Acep.
Selain itu, Acep mengatakan, Pemkab Kuningan tengah fokus dalam melakukan pendataan. Hal tersebut dilakukan setelah Kabupaten Kuningan dinyatakan sebagai Kabupaten Kemiskinan Ekstrem.
“Ini menjadi PR kita semua, sebab warga Kuningan kebanyakan yang urban. Kami juga tengah melakukan pendataan yang akurat dan tepat. Kemudian melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat pada semua sektor,” kata Acep.
Sementara dalam segi pembangunan, Pemkab Kuningan terus berupaya dalam memberikan kemudahan akses jalan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Seperti Jalan Lingkar Timur, Jalan Sukamukti-Cigugur-Nusaherang.
“Belum lagi Kuningan memiliki bendungan yang sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi, dengan
kapasitas tampung 25,9 juta meter kubik, manfaat Bendungan Kuningan akan menyuplai air secara kontinu untuk pertanian irigasi bagi 3.000 hektare sawah masyarakat di Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Brebes,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, dalam dua tahun kedepan bisa berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk mewujudkan visi Kuningan Maju. (OM)









