KUNINGAN ONLINE – Pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) pada proses rekrutmen anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang digelar Bawaslu Kuningan, mendapat sorotan dari Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Al Ihya (Unisa) Kabupaten Kuningan, Arief Ardiansyah.
Arief mengaku mendapat masukan dari para peserta CAT yang merasa khawatir akan tidak adanya transparansi seleksi anggota Panwascam pasca pelaksanaan CAT.
“Beberapa peserta (seleksi Panwascam) mengaku merasa khawatir adanya rekayasa nilai hasil test CAT,” ungkapnya kepada Kuninganonline.com.
Pihaknya menuding ada beberapa peserta yang mendapat nilai yang patut dicurigai. Ditambah lagi dengan adanya perubahan jadwal pengumuman hasil test CAT yang sebelumnya akan di umumkan hari Senin, 17 Oktober 2022 diperpanjang 1 hari menjadi 18 Oktober.
Padahal, menurut Arief, dengan adanya sistem CAT, seharusnya pengumuman bisa dilakukan beberapa menit saja setelah test selesai.
“Seperti halnya test CAT pada seleksi CPNS dan P3K, (hasil CAT untuk calon anggota Panwascam pun bisa diketahui dengan cepat),” tuturnya.
Dirinya mendorong agar Bawaslu Kabupaten Kuningan bisa lebih mengedepankan nilai-nikai yang terkandung dalam visi-misinya.
Pria yang juga Ketua HIMAKU (Himpunan Mahasiswa Kuningan) ini mengatakan akan terus mengawal proses berjalannya seleksi hingga tuntas.
“Apabila terjadi hal-hal yang akan mencederai nilai-nilai demokrasi maka Saya siap melakukan konsolidasi dengan seluruh peserta yang merasa dirugikan untuk bersama-sama membuat laporan tentang dugaan adanya kecurangan di dalam proses seleksi calon anggota panwascam ini ke DKPP,” pungkasnya. (Poy)









