KUNINGAN ONLINE – Upaya memperkuat wawasan kebangsaan terus dilakukan Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Partai Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, M.M. Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa.
Kegiatan tersebut digelar di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (15/12/2025), dan diikuti berbagai elemen masyarakat serta kalangan mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Rokhmat menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan landasan utama dalam menjaga persatuan bangsa.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan program pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Empat pilar kebangsaan tidak hanya menjadi pedoman berbangsa, tetapi juga menjadi fondasi dalam mendukung arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo,” ujarnya.
Politisi dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X yang meliputi Kuningan, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran itu menilai tantangan bangsa ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, ia mendorong generasi muda untuk mengambil peran strategis, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mendukung ketahanan energi nasional.
Sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan hidup, dan investasi, Rokhmat menyebut keterlibatan generasi muda sangat diperlukan dalam menghadapi isu perubahan iklim dan transisi energi.
“Pemuda memiliki peran penting sebagai motor perubahan. Kesadaran menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan energi harus terus diperkuat demi keberlanjutan pembangunan nasional,” katanya.
Sementara itu, Andri, mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi yang dinilai mampu menambah wawasan kebangsaan bagi generasi muda.
Ia menilai materi yang disampaikan tidak hanya menekankan nilai ideologi kebangsaan, tetapi juga mengaitkannya dengan isu aktual yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Kegiatan ini membuka pemahaman kami bahwa menjaga nilai kebangsaan juga berkaitan erat dengan upaya menjaga lingkungan dan ketahanan energi,” ungkapnya.
Saeful berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar generasi muda semakin memahami tanggung jawabnya dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta terlihat aktif menyampaikan berbagai pandangan serta pertanyaan terkait isu kebangsaan, lingkungan hidup, hingga kebijakan energi nasional. (OM)





