KUNINGAN ONLINE – Memasuki usia ke-62 tahun, Perguruan Seni Bela Diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah terus meneguhkan eksistensinya sebagai kekuatan dakwah berbasis pembinaan fisik dan spiritual. Mengangkat tema “Mencetak Generasi Kuat, Mengembangkan Tradisi ke Penjuru Dunia”, milad tahun ini menjadi refleksi penting atas kiprah Tapak Suci dalam membentuk generasi tangguh, berakhlak, dan berdaya saing global.
Ketua Pimpinan Daerah (Pimda) 143 Tapak Suci Kabupaten Kuningan, Ridwan Hadisantoso, menyampaikan bahwa Tapak Suci tidak hanya menjadi wadah olahraga bela diri, tetapi juga madrasah kehidupan.
“Nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab yang ditanamkan dalam latihan telah membentuk karakter yang kokoh. Ini menjadi bekal saya dalam mengabdi sebagai pendidik di Universitas Muhammadiyah Kuningan,” ungkap Ridwan.
Ia menegaskan bahwa kekuatan sejati dalam bela diri bukan hanya terletak pada teknik fisik semata, tetapi juga pada kemampuan mengendalikan diri, menjaga persaudaraan, serta menegakkan nilai-nilai kebenaran. Menurutnya, nilai-nilai ini menjadi penting di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sebagai bagian dari rangkaian milad, Pimpinan Pusat Tapak Suci menggelar Kejuaraan Dunia Dewasa Tapak Suci untuk kedua kalinya, yang berlangsung pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Universitas Brawijaya, Malang. Ajang bergengsi ini diikuti oleh peserta dari seluruh Pimpinan Wilayah di Indonesia serta perwakilan Tapak Suci dari 16 negara.
Dalam kejuaraan tersebut, Pimda 143 Tapak Suci Kuningan mengirimkan empat atlet terbaik untuk mewakili Jawa Barat. Mereka adalah:
- Riki Abdul Rohman (Prodi PJKR, Universitas Muhammadiyah Kuningan)
- M. Bintang Putranto (Prodi PJKR, Universitas Muhammadiyah Kuningan)
- Bagus Akhsanul Amalan (Prodi Fisioterapi, Universitas Muhammadiyah Kuningan)
- Nanda Firmansyah (Universitas Pendidikan Indonesia)
Keempat atlet ini menjadi representasi nyata keberhasilan pembinaan Tapak Suci Kuningan, serta menegaskan bahwa kader daerah pun mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Sekretaris Umum Pimda 143 Tapak Suci Kuningan, Edi Rohaedi, M.Pd., menambahkan bahwa keberlanjutan Tapak Suci sangat bergantung pada konsistensi dalam pembinaan kader.
“Generasi muda harus terus diberi ruang untuk berkembang. Metode latihan harus adaptif, dan pembina harus jadi teladan,” ujarnya yang juga merupakan dosen tetap Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Universitas Muhammadiyah Kuningan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara internal Muhammadiyah dan berbagai pihak eksternal untuk memperkuat posisi Tapak Suci sebagai perguruan bela diri yang diperhitungkan, baik di kancah nasional maupun internasional.
“Momentum milad ini harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Tapak Suci bukan hanya tempat menempa fisik, tetapi juga laboratorium pembentukan jiwa dan karakter Islami. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar Tapak Suci dalam menapaki langkah-langkah perjuangan ke depan,” pungkas Edi Rohaedi. (OM)
Selamat Milad ke-62 Tapak Suci Putera Muhammadiyah!
Mencetak Generasi Kuat, Mengembangkan Tradisi ke Penjuru Dunia





