KUNINGAN ONLINE – Eks Sekretaris BEM Unisa periode 2021-2022, Rafly Zulfikar merasa prihatin melihat kodisi peninggalan sejarah saksi bisu proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yakni Gedung Naskah Linggarjati Kuningan.
Gedung Perundingan linggarjati tersebut terletak di Dusun Cipaku, Kelurahan Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Rafly menyebutkan perundingan linggarjati bahkan sudah di akui oleh Internasional.
“Kabupaten Kuningan mempunyai situs yang di akui internasional bahkan di akui di beberapa negara salah satunya di belanda, dengan Bernama situs perundingan naskah Linggar jati,” sebutnya kepada Kuninganonline.com, Senin (14/11/2022).
Rafly mengungkapkan, Gedung perundingan linggarjati tersebut adalah salah satu bukti sejarah tercetusnya kemerdekaan Republik Indonesia
“Situs berharga Linggarjati ini, berperan dalam perakitan kemerdekaan Indonesia, linggarjati ini jadi situs yang memang sangat besar, bahkan menjadi tanda bukti bahwa kabupaten Kuningan berperan dalam perakitan kemerdekaan dan ini sangat penting bagi anak mileniall untuk menjadi bangga bagi warga Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.
Namun, Rafly menyayangkan khsususnya generasi Milenial tidak ada ketertarikan untuk mengetahui apa itu gedung naskah perundingan Linggarjati, hanya beberapa orang saja yang ingin menengok ke linggarjati.
Rafly juga sempat mendatangi gedung perundingan linggarjati bercakap dengan Budayawan linggarjati yaitu Nana Bolin, pihaknya menginginkan gedung tersebut agar supaya di perhatikan dengan cara mengadakan pelatihan.
“Kami menginginkan bahwa ingin ada pelatihan Untuk mahasiswa dan Siswa-siswi kabupaten Kuningan untuk peduli terhadap sejarah di linggarjati, karna ini sejarah yang yang besar,” harap Rafly menyampaikan pesan dari Nana Bolin.
Rafly pun menyampaikan di saat percakapan dengan budayawan linggarjati tersebut, Ia prihatin karena anak muda sekarang hanya bisa merayakan tapi tidak tau dengan makna nya.
“Orang milenial hanya bisa merayakan, akan tetapi tidak tau simbolis perayaan Sumpah pemuda, seakan akan peduli terhadap sejarah akan tetapi, Nol besar dalam merangkul Sejarah di Wilayah sendiri,” ujarnya.
Dengan demikan Rafly mengajak kepada seluruh generasi Milenial agar supaya tidak lupa dari jasa para pahlawan yang sudah menciptakan moment di kabupaten kuningan.
“Untuk Itu saya mengajak kepada pemuda pemudi di Kuningan untuk jangan Sesekali melupkan Sejarah (JASS MERAH), karena Bangsa yang besar itu adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan para pahlawan,” ajaknya.
“Keresahan Para sejarawan indonesia, bahkan para sejarawan Nusantara, di zaman Milenial ini, zaman serba Internet. para pemuda pemudi banyak yang melantarkan Sejarah,” sambungnya.
Juga menurut Nana Bolin sejarawan Linggarjati, seperti inilah kondisi di zaman sekarang banyak yang Kurang untuk mendalami sejarah linggarjati, bahkan Sejarah desanya sediri pun banyak yang tidak tau. (Poy)









