PCNU Kuningan Tegaskan Netral di Pilkada Kuningan, Sekretaris Iim : Tidak Pernah Ada Deklarasi Dukungan

Politik, Sosial2,215 views

KUNINGAN ONLINE – Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kuningan secara organisasi bersikap netral dalam kontestasi Pilkada 2024, hal ini ditegaskan oleh Sekretaris PC NU Kuningan, Dr H Iim Suryahim.

Bahkan, menurutnya PCNU tidak pernah ada deklarasi dukungan untuk paslon tertentu. Hal ini dibuktikan saat acara Maulid Nabi Muhamad SAW di Gedung PCNU Kuningan, tanpa dihadiri satu pun paslon tertentu.

Iklan

“Kita tidak ada muatan politik di sini. Murni ini momen Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Dr H Iim Suryahim, Sabtu (5/10/2024).

Ia menjelaskan, NU yang berasal dari kalangan pesantren memiliki tanggung jawab, untuk merawat tradisi maulidan. Sehingga dalam momen ini, hanya diisi salawatan saja tak bermuatan politis.

Iklan

“Kalau dari aspek nahdliyin nya, warga Nahdlatul Ulama, itu dipersilakan dalam hal demokrasi memiliki hak politik secara personal. NU itu kan politiknya politik kebangsaan, salah satu politik kebangsaan yaitu kita mengakomodir bentuk demokrasi seperti Pancasila. Artinya dari aspek kerakyatan itulah silakan untuk ikut berperan serta dalam proses demokrasi,” bebernya.

Pihaknya menegaskan, sampai sekarang PCNU Kuningan tidak pernah deklarasi mendukung salah satu paslon di Pilkada Kuningan.

“Secara organisasi, PCNU tidak ada deklarasi mendukung salah satu paslon. Kalau secara personal dan hak pribadinya, itu dikembalikan masing-masing karena memiliki hak politik,” tegasnya.

Iklan

Sekali lagi secara organisasi, lanjutnya, PCNU tidak menyatakan sikap mendukung ke paslon tertentu. Adapun hal politik, itu hak asasi untuk memilih dan dipilih.

“Maka kalau ada warga Nahdliyyin mendukung ke suatu paslon, itu hak dasar atas nama pribadinya,” terangnya.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Ketua PCNU Kuningan, Dr KH Aminuddin. Sebab pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW tidak menghadirkan paslon tertentu.

Ia mengatakan, maulidan ini sebagai upaya memperkuat spiritualitas dan kebersamaan warga Nahdliyin, di tengah berbagai tantangan kehidupan.

“Acara ini murni untuk memperkuat spiritualitas dan kebersamaan kita, tanpa adanya muatan politik. Ini penting untuk menjaga marwah dan kehormatan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa shalawat adalah salah satu cara terbaik untuk menyegarkan hati dan pikiran yang mungkin telah terkontaminasi oleh urusan duniawi, khususnya hiruk-pikuk politik.

“Kita sering lupa bahwa tujuan utama hidup ini adalah mencari ridha Allah dan mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW,” ungkap KH Aminuddin.

Dalam analoginya, Ketua PCNU Kuningan menggambarkan hati manusia seperti cermin yang mudah terkotori oleh ego, ambisi, dan perpecahan akibat keterlibatan dalam urusan duniawi, terutama politik.

“Shalawat itu ibarat air jernih dan suci yang membersihkan hati kita dari noda-noda tersebut. Sehingga kita dapat kembali ke jalan yang benar dan memantulkan cahaya ilahi serta tuntunan Rasulullah,” jelasnya.

Melalui shalawat, lanjutnya, warga Nahdliyin dapat melakukan penyucian diri dari berbagai pengaruh negatif yang timbul dari pergaulan duniawi.

“Mari kita jadikan momentum Maulid Nabi ini sebagai ajang untuk membersihkan hati dari virus-virus negatif, agar kita bisa kembali meraih kejernihan hati dan pikiran. Sekaligus bisa menjalankan amanah kehidupan sesuai ajaran Rasulullah SAW,” imbaunya.

Ia berharap, dengan kehadiran seluruh jamaah dalam acara shalawatan ini, tali silaturahmi dapat semakin erat dan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT semakin meningkat.

“Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi ini, dan tetap fokus pada peningkatan spiritualitas tanpa terganggu oleh urusan politik,” tutupnya. (OM)