Pasca Pengumuman Penetapan Hasil PPK, Faktor Like and Dislike Jadi Penentu

Informasi, Politik, Sosial3,504 views

KUNINGAN ONLINE – Pasca pengumuman hasil penetapan seleksi calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Kuningan menjadi perbincangan dimasyarakat.

Pasalnya hasil test CAT dan test wawancara bukan penentu dan patokan peserta terpilih atau tidak terpilih. Seperti yang dialami beberapa mantan anggota PPK yang tidak lolos. Seperti yang diutarakan Nunung Nurhasanah, serta diamini dengan beberapa orang yang tidak lolos.

Iklan

“Ada sekitar 12 mantan Ketua PPK yang tumbang dalam rekrutmen kali ini,” kata Nunung yang juga ketua PWI Kuningan kepada Kuninganonline.com, Rabu (15/5/2024).

Ia menyampaikan beberapa poin soal penetapan badan adhoc Pilkada oleh KPU Kuningan kali ini.
Beberapa faktor yang menjadi keluhan, pertama karena ternyata nilai CAT tertinggi bukan patokan.

Iklan

“Kemudian, wawancara lancar dan terjawab pun bukan jadi patokan, karena memang tidak ada patokan nilainya untuk wawancara. Bahkan pihaknya menilai evaluasi kinerja pun diabaikan,” ungkapnya.

Justru, Nunung menyebut, anggota PPK yang lolos dianggap banyak karena factor yang tidak terkait sama sekali dengan kepemiluan secara langsung. Ia bahkan merinci beberapa hal.

“Namun lolos karena faktor like and dislike, (beberapa) gerbong organisasi mahasiswa, (dan) isu barter antara PPK dengan Panwas yang menjadi pressure untuk bisa lolos diantara keduanya,” sebutnya.

Ia amat menyayangkan, pengabdian beberapa incumbent dalam Pemilu kemarin nampaknya tidak jadi patokan, terutama Ketua.

Ada sekitar 12 Ketua PPK yang tumbang, padahal pengabdiannya dalam menjaga kondusifitas baik secara internal maupun eksternal/dengan berbagai pihak terutama dengan para unsur Forkopimcam, mengawal tahapan demi tahapan yang cukup menguras energi, mengawal pleno dengan berbagai dinamikanya, sama sekali tidak menjadi bahan pertimbangan KPU Kuningan.

“Sebelumya juga ada ga pertimbangan. Malah terlihat beberapa badan adhoc yang saat Pemilu 2019 mendapat isu santer permasalahan bisa lolos kembali. Seleksi harus melihat yang berkompeten, bukan unsur yang disebutkan diatas. KPU harus menegakan demokrasi, ,” tegasnya.

Sementara, pihak KPU Kuningan kala dikonfirmasi kepada Ketua Asep Budi Hartono tidak ada respon. Sementara Kordiv SDM Aof Ahmad Mushafa saat dikonfirmasi pun sama tidak merespon dan hanya memberikan emoji telapak tangan bersatu. (OM)