Menang Tipis, Andri Andriyana dan M Faqih Fadhilah Terpilih sebagai Presma dan Wapresma BEM Unisa

Pendidikan, Sosial2,636 views

KUNINGAN ONLINE – Pesta demokrasi di lingkungan mahasiswa begitu sengit, pasalnya untuk memperebutkan kursi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Al Ihya (Unisa) muncul dua pasangan calon presiden mahasiswa (Capresma) dan wakil presiden mahasiswa (Capresma).

Kedua pasangan calon tersebut yakni dengan nomor urut satu Capresma Sandy dan Cawapresma M Rizal Rahmani, sementara nomor urut dua Capresma Andri Andriyana dan Cawapresma M Faqih Fadhilah.

Iklan

“Alhamdulillah pemilihan kemarin sangat sengit, bahkan dari perolehan suara pun selisih 9 angka. Nomor urut satu Sandi dan M Rizal Rahmani 181, dan Andri Andriyana dan M Faqih Fadilah 190. Kemudian, suara tidak sah total 6 dan suara sah 377,” ungkap Andri Capresma BEM Unisa terpilih, Senin (2/8/2024).

Iklan

Iklan

Dengan terpilihnya sebagai presiden dan wakil presiden mahasiswa yang baru, Andri berharap dapat menjalankan amanah yang diberikan dari temen-temen mahasiswa terutama untuk kemajuan kampus ke depannya.

Pihaknya menjelaskan ada 7 point yang menjadi harapan dari temen-temen mahasiswa Unisa. Pertama, Kepemimpinan yang Harmonis. Harapannya presiden dan wakil presiden mahasiswa bisa menjadi pemimpin yang Harmonis, merangkul semua kalangan mahasiswa tanpa memandang latar belakang, jurusan, atau organisasi.

“Ini akan membantu menciptakan suasana kampus yang harmonis dan kolaboratif. Kedua, Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Fasilitas. Semoga kepemimpinan baru ini dapat memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di kampus, termasuk peningkatan fasilitas belajar, laboratorium, perpustakaan, dan infrastruktur lainnya yang mendukung proses belajar mengajar,” paparnya.

Ketiga, Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler dan Organisasi Mahasiswa, dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan ada dukungan penuh terhadap pengembangan kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi mahasiswa.

“Ini penting untuk mengasah soft skills dan bakat mahasiswa di luar kegiatan akademik. Keempat, Transparansi dan Akuntabilitas, Kepemimpinan yang baru harus menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap keputusan dan penggunaan anggaran,” ungkapnya.

Kelima, lanjutnya, yaitu perjuangan Hak-hak Mahasiswa. Presiden dan wakil presiden mahasiswa bisa menjadi jembatan antara mahasiswa dan pihak rektorat dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa, seperti akses beasiswa, pengurangan biaya kuliah, dan kebijakan-kebijakan kampus yang berpihak pada kesejahteraan mahasiswa.

Keenam, Penguatan Suara Mahasiswa. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat suara mahasiswa dalam setiap pengambilan keputusan kampus, memastikan bahwa kebijakan yang dibuat relevan dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

“Dan terakhir, Inovasi dan Kreativitas. Semoga dengan adanya presiden dan wakil presiden mahasiswa yang baru, muncul banyak inovasi dan kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan kampus yang mendukung perkembangan intelektual, sosial, dan emosional mahasiswa,” imbuhnya.

Dengan adanya harapan-harapan ini, semoga kampus bisa menjadi tempat yang lebih baik untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan diri. (OM)