Kuningan Ubah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik, Gandeng PT Berkah Lumintu Sejati

Pemerintahan, Sosial1,856 views

KUNINGAN ONLINE – Persoalan limbah kotoran hewan (kohe) yang selama ini menjadi tantangan lingkungan di Kabupaten Kuningan kini menemukan solusi inovatif. Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Berkah Lumintu Sejati untuk mengelola limbah peternakan menjadi pupuk organik berkualitas.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan pada Rabu (16/7/2025) di eks-KUD Setia Murni, Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu. Pabrik pengolahan kohe ini akan mengolah limbah dari populasi ternak yang mencapai lebih dari 38.000 ekor sapi potong dan sapi perah di wilayah Kuningan.

Iklan

Penjabat Sekda Kuningan, Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., menyebut kerja sama ini sebagai langkah nyata dalam menanggulangi limbah yang selama ini belum tertangani optimal.

“Dengan populasi ternak sebanyak itu, potensi pencemaran udara dan air sangat tinggi. Keberadaan pabrik ini menjadi solusi konkret untuk mengelola limbah menjadi produk bermanfaat,” ujarnya.

Iklan

Iklan

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menekankan bahwa pengelolaan kohe bukan hanya soal lingkungan, tapi menyentuh isu kesehatan, ekonomi, dan keberlanjutan pertanian.

“Kohe selama ini dianggap sebagai beban. Tapi dengan pendekatan yang tepat, justru bisa menjadi sumber nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi. Ini yang saya sebut kerja cerdas—memanfaatkan persoalan jadi solusi,” tegasnya.

Bupati juga menyebut kerja sama ini bukan hanya memulai kegiatan bisnis, melainkan bagian dari gerakan besar membangun peradaban pertanian yang mandiri dan lestari.

“Ngamumulé alam téh lain ngan ukur ngajaga leuweung jeung cai, tapi ogé kudu bisa ngajadikeun sagalana jadi mangpaat pikeun kahirupan,” tambahnya dalam petuah Sunda.

Direktur PT Berkah Lumintu Sejati, Ari Bowo Sumarno, S.T., menjelaskan bahwa perusahaannya memiliki tiga unit mesin granul yang mampu mengolah hingga 12 ton limbah per hari. Produk pupuk organik yang dihasilkan merupakan bagian dari penugasan resmi Pupuk Indonesia Group dan akan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kuningan sebagai sentra sapi perah menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Kami bersinergi dengan Pemkab agar pengolahan kohe ini bisa memberi manfaat ekonomi dan menyelamatkan lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menyebut pemanfaatan kohe kini bukan lagi sekadar alternatif, tapi menjadi kebutuhan strategis pertanian.

“Kohe menyimpan potensi luar biasa sebagai bahan baku pupuk organik yang ramah lingkungan dan memperbaiki struktur tanah. Ini peluang besar bagi pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, limbah peternakan yang dikelola secara kolektif dan berkelanjutan dapat menjadi pilar utama dalam pertanian yang hijau, tangguh, dan mandiri.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Kabupaten Kuningan melangkah lebih maju dalam pengelolaan lingkungan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Bukan hanya menyelesaikan persoalan limbah, tapi juga membuka peluang kerja dan menciptakan siklus berkelanjutan antara peternakan dan pertanian. (OM)