KUNINGAN ONLINE – Ekstrakurikuler Esport yang baru di bentuk di SMK Pertiwi Kuningan berhasil meraih Juara 2 Liga Pelajar Nusantara, Event yang melombakan Pertandingan Freefire tingkat Nasional dengan peserta region se-Jawa Barat dan Jawa Timur.
Pemain Tim Esport Casper yang terdiri dari Ahmad Rabbani Mustofa kelas XXI (TKR1), Muhammad Alfarabhy Ritonga kelas XI (RPL 2), Wildi Destiar kelas XII (TKR 2), Wildi Destiar kelas XII (TKR 2), Adi Riswantoro kelas X (TKJ 4 berhasil mencapai target masuk final.
Sebelumnya, SMK Pertiwi Kuningan membentuk ekskul Esport karena melihat sekarang Esport merupakan pertandingan olahaga resmi di akui KONI yang di pertandingkan di PON, dan Asean Games, bahkan atlit-atlit Esport Indonesia terbukti bisa meraih mendali emas di kancah internasional.
Demi ikut mensupport pembinaan atlit di usia pelajar SMK Pertiwi Kuningan membentuk ekskul yang di latih oleh pelatih profesional untuk mengikuti event resmi secara reguler.
Selain menyalurkan hobby, Esport sudah menjadi profesi atlit yang menjanjikan, sudah seperti pemain sepakbola ada bayaran kontrak oleh tim, endorse sponsor dan setiap event ada hadiah untuk juara yang lumayan besar.
“Jadi kami pikir dari pada para pelajar hanya main game tidak ada hasilnya lebih baik di tampung di latih dan di profesionalkan agar bisa menjadi atlit berprestasi dan menjadi profesi yang mendatangkan penghasilan,” kata Kepala SMK Pertiwi Kuningan, Dea Ariana Vamitrianto kepada Kuninganonline.com, Kamis (25/7/2024).
Dea menyampaikan, bahwa SMK Pertiwi atau lebih dikenal Casper sudah terbukti dan banyak prestasi yang diraih dari bidang olahraga seperti ekskul balap motor.
Awlanya, menurut Dea, hanya menampung siswa yang hobby kebut-kebutan agar tidak balapan liar. Sekarang ekskul ini malah bisa berprestasi di tingkat nasional.
“Bahkan lulusan ekskul balap motor kami sudah banyak yang menjadi atlit balap profesional yang di kontrak oleh tim balap dan mewakili Kabupaten Kuningan di PORDA Jabar,” tuturnya.
Pihaknya merasa bersyukur, bawah siswa SMK Pertiwi kembali meraih prestasi di Kejuaraan Esport Free Fire, padahal baru eskul ini baru di rintis dua bulan terakhir.
“Selain itu juga kami membentuk Tim Esport Mobile Legend, karena memang dua game ini lagi naik daun baik dari segi event yg di pertandingkan lebih banyak dan bergengsi,” ungkapnya.
Dea menerangkan kedepannya SMK Pertiwi akan mengadakan Perlombaan resmi Free Fire dari developernya langsung GARENA untuk tingkat pelajar, rencananya akan dilaksanakan di bulan September.
“Semua rekomendasi dari Kemendikbud dan Kemenpora sudah ada, tinggal menentukan teknis dan waktu pastinya saja,” terangnya.
Lebih lanjut, Dea menyampaikan fenomena di zaman teknologi dan IT yang berkembang pesat olahraga bertranformasi menjadi olahraga digital, hal ini tidak bisa di hindari karena internet, smartphone dan komputer sudah menjadi alat penunjang kegiatan sehari-hari, hasil riset pengguna internet dan smartphone di indonesia merupakan 5 besar dunia.
“Hal ini yang mendasari sekolah kami untuk mengembangkan program prestasi minat bakat di dunia digital untuk siswa yaitu ESport, Internet Of Things (IOT), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI), jika menguasai 5 bidang di atas akan menjadi bekal untuk profesi di masa depan serta akan menguasai ekonomi digital,” paparnya.
Dirinya berharap, prestasi siswa akan tercapai jika ada dukungan dari sekolah dan orang tua siswa, untuk itu semua ekskul yang di ikuti oleh siswa di sekolah harus se ijin orang tua siswa.
“Sekolah selanjutnya tinggal suport membiayai sarana ekskul dan operasionalnya,” pungkasnya. (OM)





