Kampung Zakat Desa Selajambe Terobosan Luar Biasa

Informasi, Sosial3,825 views

KUNINGAN ONLINE – Eksistensi Kampung Zakat Desa Selajambe sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Selajambe. Kampung Zakat yang diinisiasi oleh Baznas dan Kemenag Kabupaten Kuningan dibentuk dalam rangka meningkatkan pemahaman, kesadaran dan kemampuan warga berkenaan dengan zakat, infak dan sedekah.

Menurut Ketua BAZNAS Kuningan, H. Yayan Sopyan melalui Komisioner Bidang Pengumpulan KH Dr. Aang Asyari, LC, MA, kampung Zakat bertujuan untuk mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa yang berbasis zakat, infak dan sedekah

Iklan

“Melembagakan kearifan lokal warga yang selama ini terwujud dalam kehidupan gotong royong, ‘beas perelek, dan jas lingkungan/mushola untuk keperluan bersama dalam wadah resmi,” tutur Aang, Senin (30/10/2023).

Aang mengatakan, melalui kampung zakat di desa Selajambe diharapkan terbentuk pemahaman yang sama di lapisan masyarakat terkait pentingnya mengembangkan kampung zakat.

Iklan

Sementara Kepala Desa Selajambe, Suhedi, memaparkan beberapa program Kampung Zakat, diantaranya, bimbingan teknis pengelolaan dana gerakan sedekah desa, sosialisasi kampung zakat dan gerakan sedekah ke tiap lingkungan langgar atau masjid.

“Roadshow sosialisasi ZIS kepada seluruh jemaah majlis ta’lim di desa Selajambe, dan pelayanan mobil ambulance gratis bagi warga desa Selajambe yang membutuhkan,” paparnya.

Mantan Kepala KUA Selajambe, H. Toto, selaku salah konseptor Kampung Zakat menjelaskan penyaluran hasil sedekah desa Kampung Zakat di Selajambe sejak Januari 2023 adalah meningkatkan kualitas kesehatan warganya baik melalui bantuan kendaraan ambulance gratis atau pemberian bantuan langsung kepada warga.

“Baik berupa uang atau bahan makanan. Pertama, layanan ambulance gratis dengan volume rata-rata perbulan 10 kali. Kedua, santunan kesehatan atau pasien rawat jalan yang rutin ke rumah sakit 20 orang perbulan,” kata Toto.

Selain itu, lanjutnya, Ketiga, santunan kematian Rp. 250 ribu. Keempat, santunan pendidikan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) yatim-piatu sebanyak 15 anak dua kali dalam setahun masing-masing Rp. 150 setiap kali penyaluran.

Terakhir, sebut Toto, yaitu bantuan protein untuk anak stunting. Bantuan bahan makanan pokok untuk keluarga rawan pangan dan bisyaroh imam langgar sebanyak 24 orang setiap orangnya mendapat Rp. 200 ribu.

Drs. H. Ahmad Handiman Romdony, M.Si. selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, sangat mengapresiasi program Kampung Zakat ini.

“Kami berharap, dengan adanya kampung zakat ini dapat dilaksanakan di setiap Desa-desa di Kabupaten Kuningan. Sehingga kesadaran masyarakat terkait zakat, infak dan sedekah dapat melalui lembaga BAZNAS,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa Kampung Zakat di Kuningan sudah ada dua titik. Setelah di Selajambe, menyusul Kampung Zakat desa Sagaranten yang diresmikan pada 31 Agustus 2023. (OM)