Kadisdik Kuningan, Pemanfaatan IT Sebagai Penunjang Penerapan Kurikulum Merdeka

Informasi, Pendidikan3,097 views

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun ajaran 2022/2023 sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di seluruh satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Uca Somantri mengatakan penerapan Kurikulum di Kabupaten Kuningan ada yang menerapkan Kurikulum Merdeka termasuk Kurikulum 2013.

Iklan

“Insya Allah Kurikulum Merdeka di Kuningan dalam proses penerapan, namun juga ada yang masih menerapkan Kurikulum 2013,” kata Uca, Rabu (7/9).

Ia menerangkan, penerapan kurikulum Merdeka sendiri masih secara bertahap dilaksanakan. Sebab, menurutnya kurikulum pembelajaran ke depan mengarahnya ke kurikulum merdeka belajar dengan basis pembelajaran menggunakan IT (Informasi Teknologi).

Iklan

Jadi, lanjut Uca, sudah barang tentu pemanfaatan IT ini banyak hal yang harus menunjang seperti, pertama Handphone nya harus terstandar.

“Kedua WiFi nya sudah ada, termasuk kuota juga ada sehingga bisa menunjang. Termasuk kemahiran rekan-rekan mengoperasikan tenaga guru yang mengoperasikan fasilitas itu sesuai dengan talenta dan karakter,” terangnya.

Iklan

Disinggung soal wilayah yang blankspot bisa untuk menerapkan kurikulum Merdeka, Uca mengungkapkan bisa. Akan tetapi untuk daerah-daerah yang blankspot pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Diskominfo sejak Covid-19.

“Sampai hari ini belum bisa menyelesaikan secara tuntas, karena keterbatasan pembiayaan sehingga harus bertahap dan harus di pahami oleh rekan-rekan dilapangan,” ungkapnya.

“Bukan berarti yang blankspot ini rekan-rekan tidak belajar untuk ber IT, tetap mereka juga di pacu dengan pemanfaatan IT secara maksimal,” sambungnya.

Secara bertahap, Uca menuturkan, bahwa bagi satuan pendidikan yang belum bisa melaksanakan kurikulum Merdeka secara utuh, bisa menggunakan kurikulum 2013.

Kurikulum Merdeka dengan muatan lokal, Uca mengatakan bahwa secara penerapan muatan lokal juga diterapkan.

“Karena kurikulum Merdeka ini bagaimana si anak didik kita dalam proses pembelajarannya menjadi nyaman, enak, senang dan itu membangkitkan minat bakat anak-anak. Dengan memfasilitasi itu justru lebih memberikan keleluasaan bagi anak didik untuk memilih materi-materi pembelajaran yang lebih disukai oleh anak-anak sesuai dengan talenta dan karakter,” katanya.

Pihaknya berharap, untuk satuan pendidikan dengan kurikulum Merdeka ini karena sudah menjadi komitmen pemerintah.

“Bagi rekan-rekan yang memang sudah mengaplikasikan kurikulum merdeka secara utuh laksanakan, yang belum siap-siap untuk memanfaatkan kurikulum itu secara baik,” pungkasnya. (OM)