KUNINGAN ONLINE – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Seminar Parenting dengan tema “Peran Nutrisi terhadap Kecerdasan Anak”, Rabu (14/1/2026), di Mayang.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)–PGRI Kabupaten Kuningan, Yuli Pramiati, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa pemenuhan nutrisi sejak usia dini menjadi faktor krusial dalam mendukung kecerdasan dan tumbuh kembang anak.
Yuli Pramiati yang juga Kepala TKN Pembina Ciawigebang menjelaskan, usia 0–6 tahun merupakan masa emas (golden age) yang tidak akan terulang kembali. Pada fase ini, perkembangan otak anak mencapai sekitar 80 persen dari kapasitas otak orang dewasa, sehingga membutuhkan perhatian serius, khususnya dalam pemenuhan gizi.
“Periode ini sangat menentukan masa depan anak. Nutrisi yang tepat tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga pada perkembangan kognitif, daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak dengan asupan nutrisi seimbang cenderung lebih mudah menyerap pembelajaran, aktif berinteraksi, serta memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik. Oleh karena itu, peran orang tua dan pendidik dinilai sangat strategis dalam memastikan kualitas asupan gizi anak, baik di rumah maupun di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Yuli Pramiati juga mengapresiasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan pemerintah. Program ini dinilai sejalan dengan misi pendidikan anak usia dini dalam memastikan aspek kesehatan dan nutrisi anak terpenuhi secara optimal.
“Program MBG merupakan langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak usia PAUD dan TK serta sebagai upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini,” tambahnya.

Kegiatan parenting ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan beserta jajaran, Ketua GOPTKI Kabupaten Kuningan, Penasihat IGTKI-PGRI, para pengawas TK, Ketua PGRI, Ketua IPI, Pengurus GOW, organisasi mitra HIMPAUDI dan IGRA, pengurus IGTKI kabupaten dan cabang, penerbit Erlangga, vendor mitra kerja sama, serta guru dan orang tua/wali murid.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Purwadi Hasan Darsono, M.Sc., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan parenting ini merupakan bagian penting dari penguatan layanan pendidikan anak usia dini yang holistik dan integratif.
Menurutnya, pendidikan PAUD tidak dapat dipisahkan dari aspek kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan dalam mencetak generasi yang unggul.
“Pendidikan anak usia dini harus dilihat secara menyeluruh. Bukan hanya soal pembelajaran di kelas, tetapi juga bagaimana anak tumbuh sehat, bergizi, dan memiliki kondisi mental yang baik. Kegiatan parenting seperti ini sangat strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat peran orang tua,” ujar Purwadi.
Ia menambahkan, Disdikbud Kabupaten Kuningan mendukung penuh sinergi antara satuan pendidikan PAUD dan program-program pemerintah, termasuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan menyiapkan generasi emas Kabupaten Kuningan.
“Kami berharap materi yang disampaikan hari ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., yang baru saja resmi dikukuhkan bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD, menekankan pentingnya nutrisi seimbang dalam mendukung kesehatan mental dan emosional anak usia dini.
Ia menjelaskan bahwa kesehatan mental anak mencakup kemampuan mengelola emosi, berinteraksi sosial, berkonsentrasi, merasa bahagia, serta memiliki rasa percaya diri. Seluruh aspek tersebut sangat dipengaruhi oleh kualitas asupan nutrisi yang diterima anak setiap hari.
“Anak yang mendapatkan nutrisi seimbang cenderung lebih ceria, mudah belajar, dan memiliki kemampuan sosial yang lebih baik. Karena itu, membiasakan pola makan sehat sejak dini adalah investasi terbaik bagi masa depan anak,” katanya.
Melalui kegiatan parenting ini, IGTKI Kabupaten Kuningan berharap terbangun komitmen bersama antara guru, orang tua, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan hidup sehat, demi terwujudnya anak-anak Kabupaten Kuningan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.





