HUT ke-18 Gerindra, DPC Kuningan Siapkan Aksi Nyata dengan Tema Kompak, Bergerak, Berdampak

Politik, Sosial414 views

KUNINGAN ONLINE – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kuningan tengah mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra yang mengusung tema “Kompak, Bergerak, Berdampak”. Peringatan tersebut rencananya akan digelar secara sederhana pada Minggu (8/2/2026), namun diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Gerindra Kuningan, Toto Tohari, mengatakan seluruh konsep kegiatan HUT ke-18 Gerindra disiapkan langsung oleh DPC. Untuk pelaksanaannya, DPC melibatkan Fraksi Gerindra DPRD Kuningan agar seluruh struktur partai bergerak secara kompak.

Iklan

“Seratus persen konsep kegiatan kami siapkan di DPC. Panitia dibentuk oleh DPC, sementara kebutuhan teknis diserahkan kepada Fraksi Gerindra agar fraksi dan struktur partai benar-benar solid dan kompak,” kata Toto, Jumat (6/2/2026).

Menurut Toto, usia 18 tahun merupakan fase penting bagi Partai Gerindra. Meski secara usia masih tergolong muda, namun Gerindra dinilainya telah memasuki fase kedewasaan dalam berpolitik dan mengambil kebijakan.

Iklan

“Usia 18 itu remaja, tapi sudah dewasa. Dewasa dalam arti menentukan kebijakan dan keberpihakan yang benar-benar dirasakan oleh rakyat,” ujar Politisi asal Dapil 1 Kuningan.

Toto menjelaskan, rangkaian peringatan HUT Gerindra di Kuningan akan diawali dengan kegiatan kerja bakti dan aksi kebersihan lingkungan, sejalan dengan instruksi Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mendorong seluruh kader partai untuk aktif dalam kegiatan gotong royong dan kepedulian lingkungan.

“Kami akan memulai dari lingkungan DPC, kemudian bergerak ke Taman Kota, lalu kembali ke DPC. Setelah itu baru kami lanjutkan dengan kegiatan seremonial seperti doa bersama dan potong tumpeng,” jelasnya.

Selain aksi lingkungan, Gerindra Kuningan juga akan menggelar santunan anak yatim. Kegiatan tersebut, menurut Toto, merupakan agenda rutin yang secara konsisten dilakukan oleh Gerindra, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Santunan anak yatim itu sudah baku, sudah rutin kami lakukan. Ini bagian dari komitmen kami sebagai partai yang ingin hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Toto.

Kegiatan sosial tersebut akan melibatkan anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat, hingga DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra, sesuai dengan daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Toto juga menegaskan bahwa seluruh anggota Fraksi Gerindra DPRD Kuningan telah diinstruksikan untuk aktif melaksanakan kegiatan sosial dan kemasyarakatan di dapil masing-masing. Setiap kegiatan tersebut wajib dilaporkan kepada partai sebagai bentuk tanggung jawab kader kepada organisasi dan masyarakat.

“Kami sudah instruksikan kepada seluruh anggota DPRD dari Gerindra, di setiap dapil harus ada kegiatan. Laporannya bisa berupa dokumen atau video. Yang penting ada gerakan nyata di masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai, keberadaan kader dan wakil rakyat Gerindra di tengah masyarakat merupakan kunci agar partai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik, bukan sekadar hadir saat momentum politik.

Menyinggung target politik ke depan, Toto mengakui bahwa setiap partai tentu memiliki harapan untuk meningkatkan perolehan kursi. Namun ia menegaskan Gerindra Kuningan tidak ingin berlebihan dalam menyampaikan target, melainkan memilih fokus pada kerja dan pengabdian.

“Kami ingin meningkatkan kursi yang sudah ada. Tapi kami tidak muluk-muluk. Biarkan masyarakat yang menilai. Kalau Gerindra berbuat dan hadir untuk masyarakat, insya Allah pilihan akan jatuh ke Gerindra,” ujarnya.

Toto juga menyoroti posisi strategis Partai Gerindra saat ini yang memiliki keterwakilan di eksekutif dan legislatif, mulai dari Presiden RI, Gubernur Jawa Barat, Wakil Bupati, hingga DPRD di berbagai tingkatan. Menurutnya, posisi tersebut harus dimaknai sebagai tanggung jawab moral untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat.

“Moto Kompak, Bergerak, Berdampak itu bukan sekadar slogan. Dampaknya harus dirasakan masyarakat. Jangan banyak janji, tapi berbuat,” pungkas Toto. (OM)