KUNINGAN ONLINE – Masyarakat Kabupaten Kuningan dan sekitarnya akan memperingati Haul Akbar ke-156 wafatnya Eyang Kiai Hasan Maolani, salah satu tokoh besar penyebar Islam di Tatar Sunda. Rangkaian kegiatan haul dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, mulai 20 hingga 31 Desember 2025.
Kegiatan haul akan dipusatkan di Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, serta sejumlah lokasi pendukung lainnya. Panitia bersama masyarakat, para santri, dan tokoh agama telah menyiapkan berbagai agenda religius, budaya, dan sosial.
Ketua Panitia Haul, Ending Hasanuddin, yang diamini Ketua Paguyuban Eyang Kiai Hasan Maolani, Iing Syahabuddin, menyampaikan bahwa haul tahun ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga sarana edukasi sejarah serta penguatan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
“Haul Akbar ini merupakan momentum spiritual sekaligus kultural. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal dan meneladani perjuangan Eyang Kiai Hasan Maolani,” ujarnya.
Adapun agenda Haul Akbar ke-156 Kiai Hasan Maolani meliputi, Ziarah makam leluhur dan tahlil akbar, Khataman Al-Qur’an, Seminar sejarah dan keislaman, Tabligh akbar dan Kirab pusaka, sebagai simbol pelestarian nilai sejarah dan budaya Islam lokal serta Bazar UMKM, yang melibatkan pelaku usaha masyarakat sekitar. Panitia memperkirakan ribuan peziarah dari berbagai daerah akan hadir selama rangkaian haul berlangsung.
Jejak Sejarah Eyang Kiai Hasan Maolani
Eyang Kiai Hasan Maolani dikenal sebagai ulama besar dan tokoh kharismatik yang berperan penting dalam penyebaran Islam di wilayah Kuningan dan Jawa Barat. Beliau hidup pada masa transisi antara runtuhnya kerajaan Hindu-Buddha dan berkembangnya Islam di Tatar Sunda.
Dalam berdakwah, Kiai Hasan Maolani mengedepankan pendekatan budaya, akhlak, dan keteladanan hidup. Sosoknya dikenal alim, zuhud, serta dekat dengan masyarakat kecil. Dakwah dilakukan secara damai melalui pengajaran agama, pembinaan akhlak, dan penguatan spiritual umat.
Selain sebagai ulama, beliau juga berperan dalam menjaga identitas keislaman masyarakat Kuningan di tengah dinamika sosial dan politik pada masanya. Hingga kini, makam Eyang Kiai Hasan Maolani menjadi salah satu pusat ziarah religi yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Ketua Steering Committee (SC) Haul Akbar, Dr. KH. Aang Asy’ari, berharap peringatan haul ke-156 ini mampu memperkuat nilai spiritual dan semangat perjuangan yang diwariskan Eyang Kiai Hasan Maolani.
“Nilai keikhlasan, persatuan, dan cinta ilmu yang beliau ajarkan diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat yang religius, berbudaya, dan berdaya,” pungkasnya. (OM)





