Sampah Menjadi Emas, Legislator Gerindra Kesadaran Masyarakat Sangat Penting

SINDANGAGUNG (KO) – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil XIII dari Fraksi Gerindra, Tina Wiryawati gencar melaksanakan Gerakan Bebas Sampah di Kabupaten Kuningan. Terhitung sudah ketiga kalinya diselenggarakan.

Untuk merealisasikan gerakannya tersebut, pihaknya menyelenggaralan Pelatihan Kades dan Bumdes Se- Kecamatan. Giat ketiga dilangsungkan di Kecamatan Sindangagung tepatnya di Balai Desa Sindangagung, Jum’at (14/1/2022).

Iklan

Adapun tema yang diusung pada pelatihan tersebut yakni, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Dari Sampah Menjadi Emas. Saat ditemui langsung di lokasi kegiatan, ia menerangkan, salah satu solusi dalam penanganan persoalan sampah yaitu dari kesadaran masyarakatnya sendiri.

“Saya mengajak kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang, melainkan memanfaatkannya melalui budidaya Maggot, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” terangnya.

Iklan

Menurutnya, budidaya maggot bukan merupakan hal baru lagi di jaman sekarang. Kendati demikian, budidaya tersebut bisa menjadi salah satu pilihan untuk menangani sampah di lingkungan masyarakat, salah satu wujud nyata dilakukan oleh Desa Kertayasa.

Semenjak pelatihan pengelolaan sampah menjadi emas digulirkan, Tina menjelaskan, saat ini sudah ada 44 desa yang terlibat untuk menerapkan budidaya Maggot di setiap desanya.

“Dari dua Kecamatan, diantarnya Ciawigebang dengan jumlah desa 24 dan Kecamatan Sindangagung 12 desa. Hal ini merupakan respon baik dari Kades dan Bumdes,” terangnya kembali.

Bahkan yang kegiatan pertama kali itu, demikian lanjutnya, ada 8 desa yang dilaksanakan di Desa Cikaso. Rencananya, kegiatan tersebut, akan terus digulirkan di setiap kecamatan, khususnya di Desa-desa.

Oleh karena itu, dengan cara melibatkan Kepala Desa dan Bumdes diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat dan dapat meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah.

Iklan

“Gerakan ini, saya berharap bisa diikuti dengan perubahan-perubahan kebijakan. Baik Pusat, Provinsi bahkan sampai di akar rumput yakni di desa-desa,” lanjutnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Drs. Laksono Dwi Putranto, M.Si mengungkapkan, sampah yang dihasilkan oleh masyarakat di Kuningan mencapai ratusan ton setiap harinya.

Ia merinci, dalam sehari jumlah rata-rata pembuangan sampah per orang mencapai 0,4 Kg. Jika dikalikan dengan 1,1 juta penduduk Kuningan, maka dalam sehari sampah di Kabupaten Kuningan mencapai 440 ton. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat dan pengelolaan sampah yang baik di tingkat desa dan kelurahan.

“Pengelolaan sampah itu urusan wajib dalam pelayanan dasar, bukan sekedar sistem kumpul-angkut-buang. Jadi dengan adanya pelatihan ini tentunya akan menjadi solusi dalam penanganan sampah melalui budidaya maggot,” ungkapnya.

Pantauan awak media, di tengah berlangsungnya acara dilakukan juga penandatanganan komitmen bersama mengenai penanganan dan pengelolaan sampah di tiap desa. (Gie)